Ingot Hamuma bona pasogit muna be....
A. Latar Belakang
Danau toba adalah suatu daerah objek wisata yang begitu indah , yang memiliki keindahan alam yang sangat indah sehingga menarik perhatian seluruh dunia karena dukungan pulau yang terletak ditengah danau tersebut, hal ini dikarenakan oleh danau yang memiliki air yang sangat jernih dan hutan disekitar yang memberi kesegaran kepada setiap pengunjungnya.
Dalam kehidupan ini, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia pula. Dan pada saatnya, perkembangan manusia telah mengalami zaman revolusi yang menggantungkan kehidupan manusia pada bidang-bidang yang ada maupun tersedia di bumi, sehingga pada saat sekarang ini, contohnya masyarakat di kawasan Danau Toba secara sengaja melaksanakan keinginan tangan jahilnya masing-masing terhadap apa yang ada di sekitar Danau Toba yang,mengakibatkan hilangnya keindahan danau toba yang disertai dengan hilangnya pujian-pujian yang selama ini ada mengenai keindahan Danau Toba.
B. Perumusan Masalah
Danau Toba sebagai daerah wisata yang kita kenal selama ini telah memiliki banyak masalah yang mengakibatkan hilangnya nilai wisata dan mengancam keadaan di kawasan sekitar Danau Toba. Masalah-masalah yang akan dibahas selanjutnya dapat diidentifikasi sebagai berikut.
• Bagaimana kepedulian masyarakat terhadap danau toba ?
• Mengapa hal ini baru saja disadari?
• Apa saja pengaruh gundulnys hutsn di sekitar Danau Toba?
• Siapa saja yang berhak ikut dalam pelestarian Danau Toba?
• Dengan melihat krisis yang terjadi di Danau Toba saat ini,apa saja peranan nyata yang dapat dilakukan?
C. Tujuan Penulisan
Danau toba adalah sebuah objek wisata yang dapat menunjukan Indonesia memiliki potensi yang sangat indah kepada seluruh dunia .Maka dengan adanya kegiatan ini saya salah seorang dari sekian banyak siswa ingin mengajak seluruh masyarakat yang berdomisili disekitar danau toba,pemerintah,pengusaha,seluruh wisatawan,dan yang terakhir khususnya para pemuda dan kalangan remaja untuk bekerja sama dalam pelestarian danau toba ,karena dengan lestarinya danau tersebut kita semua dapat merasakan keindahan daerah wisata kita yaitu Danau Toba.
D. Manfaat Penulisan
Setelah mengetahui tujuan penulisan karya tulis ini,maka saya dapat mengambil manfaat penulisan karya tulis ini yaitu dengan terselenggaranya kegiatan ini maka kelestarian danau toba khususnya pada huta di sekitar Danau Toba yang merupakan salah satu bagian organ Danau Toba akan membuat lestarinya kembali Danau Toba, dan secara tidak sengaja,maka keharuman nama Danau Toba akan segera kembali ,dan keindahan Danau Toba akan dipuja oleh setiap bangsa yang melihatnya
Bab II
Pembahasan
A. Metode yang Harus Ditempuh
Kita mengetahui,bahwa upaya penyelamatan Danau Toba tidak akan berhasil selama penduduk setempat hanya sebagai penonton atau pelengkap penderita selama ini.
Melihat hal tersebut,dalam upaya penyelamatan Danau Toba dibutuhkan gerakan secara global yang disertai keseriusan dan harus segera diantisipasi.Gerakan secara global ini merupakan point yang sangat penting karena kita tahu dalam isi sila ke-3 Pancasila yaitu Persatuan Indonesia,yaitu semua hal-hal dapat dituntaskan dengan adanya persatuan maupun gandengan semua elemen terkait yang mempunyai visi dan misi yang sama demi menyelamatkan Danau Toba.
Setelah gandengan semua elemen tersebut terpenuhi,harus ada keseriusan karena kita tahu bahwa jika ada gerakan tersebut dilakukan dengan tidak adanya keseriusan,maka upaya tersebut tidak akan berhasil secara tuntas yang mengakibatkan berkurang bahkan hilangnya daerah tangkapan air sehingga semakin lama akan terjadi penurunan kedalalaman Danau Toba,dan jika hal ini dibiarkan terus-menerus berlanjut,maka Danau Toba akan menjadi kering dan masyarakat sekitarnya akan kehilangan semua yang dulunya tersedia di Danau Toba.
B. Strategi yang Harus Ditempuh
Dengan melihat keadaan sekarang ini,kita mengetahui bahwa hutan di sekitar Danau Toba sudah semakin gundul.Hal ini disebabkan karena pohon-pohon ditebangi manusia secara sengaja demi memenuhi kebutuhan kebutuhan ekonominya masing-masing dengan menjual maupun mengolah kayu tersebut dan memakai lahan tersebut sebagai lahan pertanian.Hal ini tentu saja akan mengakibatkan terjadinya longsor.
Setelah menimbang hal ini,maka kita patut responsive terhadap krisis yang terjadi di Danau Toba tersebut.Hal ini dapat diselesaikan dengan secara berkelanjutan (sustainable), yaitu sebagai berikut.
• Mengoptimalkan gerakan reboisasi terhadap huitan di sekitar Danau Toba.
• Mengadakan gerakan tanam tanaman keras pada lahan-lahan masyarakat sekitar pinggiran Danau Toba.Hal ini dilakukan dengan adanya anjuran Pemerintah Daerah setempat bagi masyarakat,dan melarang keras menanam tanaman palawija.
Dengan adanya pengoptimalan kegiatan ini,maka daerah tangkapan air bagi Danau Toba akan semakin luas,dan jika gerakan ini dilaksanakan dengan serius dan berkelanjutan,maka Danau Toba akan menjadi sebuah taman yang besar yang telah dioptimalkan dari partisipasi masyarakat,sehingga keharuman nama Danau Toba akan muncul kembali di Indonesia,bahkan sampai ke tengah-tengah dunia.Namun hal ini bukanlah hal utama yang paling penting sebagai tujuan penyelamatan ini,tapi penyelamatan ini dilaksanakan demi lestarinya lingkungan hidup kita sampai semua generasi-generasi berikutnya juga menikmati betapa indahnya ciptaan Tuhan.
Partisipasi masyarakat dengan menanam tanaman keras tersebut tentu tidak akan merugikan masyarakat itu sendiri.Mereka dapat menjual maupun mangolah kayu dari hasil tanaman keras tersebut,namun hal ini harus didahului dengan adanya pemahaman masyarakat tentang system tebang pilih kayu,dan secara berkelanjutan mengganti pohon-pohon yang telah ditebang.Hal ini memang sanga sangat rumit untuk diterapkan dalam kehidupan,namun kita tahu bahwa dalam mencapai sesuatu itu harus ada usaha yang dilandasi oleh keimanan seperti ada kata bijak yang mengatakan bahwa manusia berusaha,Tuhan yang menentukan,artinya segala hal yang akan kita laksanakan harus dilandasi oleh do`a.
Walaupun butuh waktu yang lama untuk mengambil hasil dari tanaman keras tersebut,warga juga dapat memiliki usaha sambilan di wilayah tersebut,seperti beternak,berdagang dan lainnya yang dianggap tidak merugikan lingkungan sekitarnya.
Bab III
Penutup
A. Kesimpulan
Danau Toba ,merupaka anugerah Tuhan Yang Maha Esa berikan kepada manusia untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya,dad sudah seharusnya kita rawat bersama-sama agar dapat menghasilkan sesuatu yang baik.Bila yang terjadi adalah sebaliknya,maka semua itu bias berubah menjadi bencana,sama seperti perbuatan manusia sekarang terhadap di sekitar kawasan Danau Toba.Jadi manusia rugi karena perbuatan yang telah dilakukannya sendiri.Sehingga daripada itu,Danau Toba harus dilestarikan,agar ke depannya akan menjadi lebih baik.Dan jika tidak,Danau Toba akan menjadi kenangan bagi kita semua.
B. Saran
Setelah melihat semua kerusakan yang diakibatkan oleh semakin gundulnya hutan di sekitar Danau Toba,maka saran yang dapat saya berikan tetntu mengarah pada golongan tertentu.Dan pada karya tulis ini,saya membagi tujuan saran saya menjadi 2 tujuan,yaitu pada Pemerintah Daerah setempat,dan masyarakat setempat.
Adapun saran yang dapat saya berikan yaitu sebagai berikut.
1.Pemerintah Daerah setempat
• Selalu aktif memantau kegiatan/perilaku masyarakat terhadap lingkungan.
• Membenahi semua akibat kerusakan hutan.
• Membuat anjuran kepada masyarakat yang memiliki lahan di pinggir Danau Toba supaya menanam tanaman keras,dan mengurangi tanaman palawija demi berlangsungnya penyebarluasan daerah tangkapan air bagi Danau Toba.
• Memberi peringatan,dan jika sudah keterlaluan memberi hukuman bagi warga yang merusak lingkungan serta anjuran tersebut.
• Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang system tabang plih pohon dan segera mengganti pohon yang telah ditebang(jika saran pada point ke-3 tersebut telah terlaksana)
• Menyebarluaskan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.
2. Masyarakat sekitar
• Menjaga dan menghormati alam.
• Menerapkan pola hidup yang tidak merusak alam.
• Selalu turut serta dalam kegiatan penanggulangan kerusakan lingkungan.
• Mematuhi Perundang-undangan yang telah ada.
Minggu, 18 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar