Hehe....

Lakukan apa yang sebelumnya telah kamu pahami, jangan engkau sia-siakan waktumu tanpa mengiyakan hal itu, lihatlah hari esok jika kamu telah tahu apa yang ingin kam lakukan!!!1

Selasa, 11 Agustus 2009

Chordata by Rhey Sinambela

2. CHORDATA

A. Pendahuluan

Chordata berasal dari bahasa Yunani yaitu Chorde yang berarti dawai/senar atau tali. Sesuai dengan namanya, anggota kelompok chordate memilkiki notochord (korsa dorsalis) memanjang sebgai kerangka sumbu tubuh.

1. Ciri-ciri umum Chordata

Tubuh simetris bilateral,memiliki susunan saraf pusat yang berbentuk pembuluh.Memiliki korsa dorsalis (kerangka sumbu tubuh),beberapa celah faring dan adanya segmentasi pada bagian otot dan saraf .Beberapa hewan ada yang hidup parasit pada sesame chordata

a. Struktur tubuh

Struktur tubuh chordata mengalami perkembangan dari yang sederhana pada chor­data tingkat rendah Akraniata (tidak bertengkorak) hingga hewan-hewan chordata tingkat tinggi Kraniata (hewan bertengkorak dan mempunyai otak), mempunyai chorda dorsalis dari yang berupa notokord pada ujung anterior saja hingga hewan-hewan yang notokordnya berkembang sangat bagus men­jadi kolumna vertebralis (ruas-ruas tulang belakang).

b. Sistem organ

Filum Chordata memiliki sistem organ yang sangat kompleks. Ada yang belum mempunyai jantung misalnya pada Amphioxus. Ada yang jantungnya beruang 2, 3 atau 4. Terdapat selom yang berkembang baik. Mesoderm sebagai dinding selom yang berasal dari entoderm primer, seperti pada Echinodermata,sehingga Chordata bersama Echino-dermata ada yang menggolongkan sebagai Enterocelomata. Terdapat sistem rangka, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem saraf, sirkulasi, ekskresi dan sistem reproduksi.

2. Klasifikasi

Untuk membantu mempelajari klasifikasi chordata, lihatlah diagram 9.1.

Filum Chordata dibagi menjadi 4 sub filum yaitu Hemichordata, Urochordata, dan Cephalochordata; digolongkan menjadi kelompok chordata tidak bertengkorak disebut Ak­raniata (Prokordata). Subfilum yang keempat adalah kelompok chordata: bertengkorak, berotak, dan bertulang belakang disebut Kra­niata(Vertebrata).

Hewan-hewan Akraniata (Prokordata) akan dibahas secara singkat sebagai berikut :

a. Subfilum Hemichordata

Bentuk seperti cacing,hidup_di laut. Pembagian tubuhnya probosis, leher (kolar) dan badan. Notokord pendek; hanya pada ujung anterior. Mempunyai celah insang.. Sistem syaraf bersatu menjadi saraf dorsal dan saraf ventral. Reproduksi seksual, kelamin terpisah, fertilisasi eksternal.Contoh : Saccoglossus sp. (cacing laut).

b. Subfilum Urochordata (Tunicata)

Tubuhpendek tebal, melekat pada benda lain. Hidup di laut,mandiri atau parasit. Notokord lenyap pada masa perkembangannya.Sistem sirkulasi secara periodik dapat memutarbalikkan arah aliran darah. Reproduksi seksual dengan kelamin hermafrodit,larva mengalami metamorfosis seperti berudu, Reproduksi aseksual dengan budding (tunas),

c. Subfilum Cephalochordata

Bentuk tubuh seperti ikan tanpa sirip, pipih memanjang (agak transparan). No­tokord, saraf dorsal, dan celah farings berkem­bang baik. Sistem sirkulasi tanpa jantung. Ali­ran darah di bagian ventral mengalir ke depan, sedang di sisi dorsal mengalir ke bela­kang. Memiliki alat peraba pada mulutnya yang disebut sirus. Pada ujung anterior terdapat bintik mata dan pembau. Reproduksi seksual,kelamin terpisah dan fertilisasi eksternal.

Contoh: Amphioxus sp.

'

Peranan Akrania bagi manusia:

  1. Beberapa jenis merupakan sumber protein hewani, misalnya Amphioxus ditangkap orang untuk dimakan.
  2. Di bidang sains sebagai filogeni antara Avertebrata, merupakan urut-urutan perkembangan sifat khas Chordata.
  3. Banyak digunakan untuk bahan praktikum.
  4. Di lain pihak Cyclostomata merupakan hama ikan di tengah lautan karena hidup parasit pada ikan, jadi merupakan kompetisi yang merugikan bagi manusia.
  5. Sebagai komponen biotik di laut hewan-hewan chordata tingkat rendah (Akraniata), berperan positif dalam ekosistem aquatik dalam siklus energi, rantai makanan maupun jaring-jaring makanan.



Gambar Amphioxus, dilihat dari

1. Mulut

2. Korda dorsalis

3. Pembuluh saraf punggung

4. Celah-celah insang

5. Otot daging

6. Anus

7. Sirus

d. Subfilum Vertebrata

Sesuai dengan namanya kelompok hewan Vertebrata memiliki kolumna vertebralis (ruas-ruas tulang belakang). Jadi korda dorsalis (kerangka sumbu primer = notokord) hanya terdapat pada masa tingkatan embrio. Verte­brata disebut juga Kraniata karena semua hewan vertebrata sudah memiliki otak, yang terlindung dalam kranium (tulang tengkorak).

1) Ciri-ciri Umum Vertebrata

Tubuh simetris bilateral, dengan pembagi-an tubuh terdiri atas: kepala, leher, badan, dan ekor; meskipun ada yang tidak berleher dan tidak berekor. Memiliki susunan ruas tulang belakang (kolumna vertebralis) dan memiliki otak di dalam kranium (tulang tengkorak).

Tubuh simetris bilateral dengan sistem alat tubuh yang beruas-ruas. Mempunyai en-doskeleton (rangka dalam) dengan ruas tulang belakang sebagai kerangka penguat tubuh. Pada kerangka melekat otot-otot kerangka. Kulit berlapis-lapis, terdiri atas epidermis (bagian kulit yang paling luar) dan dermis (kulit bagian dalam). Otak terletak di kepala terlindung tulang-tulang tengkorak. Mempu­nyai selom (rongga badan) yang dindingnya dilapisi selaput peritonium. Semua anggota Vertebrata mempunyai rahang dua pasang kecuali kelas Agnata (contoh: Cyclostomata). Sistem organ yang mendukung kehidu-pan vertebrata dapat dilihat pada Tabel 9.25.

2) Klasifikasi Vertebrata

Untuk memahami klasifikasi vertebrata, lihatlah bagan klasifikasi chordata lagi pada halaman sebelumnya. a. Pisces

Pisces (ikan) hidup di air, disebut poiki-loterm karena suhu tubuh tidak tetap (ber-darah dingin), terpengaruh suhu di sekeliling-nya. Tubuh terbagi atas kepala dan badan atau kepala, badan, dan ekor. Kulit (cutis) terdiri atas dermis dan epidermis, pada umumnya bersisik. Ada 4 macam sisik yaitu sikloid, stenoid, plakoid dan ganoid. Lihat Gambar 9.66! Di sepanjang sisi tubuh terdapat titik perasa (disebut gurat sisi), unruk mengetahui arus dan tekanan dalam air. Endoskeleton (rangka dalam) terdiri atas tulang rawan atau tulang sejati. Mempunyai kolumna vertebra­lis (ruas tulang belakang). Mempunyai sepa-sang rahang, kecuali Agnata (ikan tak bera-hang).

Tabel. Sistem organ pada Vertebrata

Sistem Organ

Keterartgan

Sistem gerak

Mempunyai alat gerak aktif berupa otot dan memiliki anggota gerak ber-pasangan.

Peredaran darah

Jantung tumbuh baik, dengan ventrikel (ruang bilik) dan atrium (serambi), ada yang beruang dua, tiga atau empat.

Pencernaan makanan

Sistem pencernaan sempurna, memanjang dari mulut hingga anus di bawah tulang belakang. Pada umumnya mempunyai gigi, lidah dan mempunyai dua pasang rahang kecuali pada Agnata (Cyclostomata). Terdapat hati dan pankreas.

Pernapasan

Insang unruk vertebrata yang hidup di air dan paru-paru bagi vertebrata yang hidup di darat.

Ekskresi

Dengan sepasang ginjal. Ada yang mempunyai kandung kemih.

Alat indera dan sistem saraf

Mempunyai sistem syaraf pusat berupa otak dan sumsum tulang belakang. Pada umumnya mempunyai sepasang mata dan sepasang telinga dan mem punyai kelenjar hormon.

Reproduksi

Alat reproduksi berpasangan, kecuali pada Aves betina hanya ovarium kiri yang berfungsi dengan baik. Kelamin terpisah atau hermafrodit di stadium larva dan setelah dewasa sebagai hewan dicious. Fertilisasi eksternal atau internal. Ada yang ovipar, vivipar atau ovovivipar.


Tabel. Sistem organ pada ikan

Sstem organ

Keterangan

Sistem gerak

Alat gerak aktif berupa otot bersegmen yang disebut miotom. Mempunyai sirip untuk berenang, berpasangan atau tunggal. Sirip ekor berfungsi sebagai kemudi. Ada tiga macam bentuk sirip ekor yaitu homocercal, heterocercal, dan diphicer-cal. Pada sirip juga terdapat rangka dari tulang rawan atau tulang keras yang disebut radialia (jari-jari sirip).

Pencernaan makanan

Pencernaan makanan sempurna; Makanan dari mulut — » farings — > esofagus — » usus — » anus. Mempunyai hati, tetapi lambung hanya merupakan perbesaran dari usus. Pada usus terdapat katup-katup spiralis. Terdapat: lidah, gigi dan ra-hang (kecuali pada Agnata).

Pernapasan

Bernapas dengan insang yang memiliki operkulum (tutup insang) dan celah in-sang (pasium interbrankiali) 4, 5, 6, 7 atau lebih. Gelembung renang berisi O2/ N2 dan CO2 berfungsi sebagai alat hidrostatis dan alat pembantu pernapasan. Pada Dipnoi (ikan paru-paru) terdapat pneumatocyst yang berfungsi sebagai paru-paru bila hidup di lumpur yang hanya mengandung sedikit air. Antara gelembung udara dengan faring dihubungkan oleh duktus pneumatikus.

Peredaran darah

Disebut peredaran darah tertutup. Jantung beruang dua, terdiri atas sebuah se-rambi dan sebuah bilik (atrium dan ventrikel). Darah mendapat O2 dari filamen-filamen insang.

Ekskresi

Memiliki pronefron atau mesonefron atau ginjal. Pada Agnata tidak ada sistem porta ginjal.

Alat indera dan sistem syaraf

Mempunyai lekuk hidung dengan saraf pembau, telinga dalam untuk keseim-bangan dan mata. Terdapat endokrin penghasil hormon. Otak terdiri atas lima bagian dengan 10 saraf kranial.

Reproduksi

Kelamin terpisah atau hermafrodit. Fertilisasi eksternal atau internal. Hewan betina memiliki sepasang ovarium dan sepasang oviduk, ovipar, atau vivipar.

Sistem organ yang mendukung kehidupan Pisces (ikan) .

Klasifikasi

Pisces sebagai superkelas meliputi:

1 Agnata atau Cyclostomata (ikan tidak berahang)

Sesuai dengan namanya, Agnata tidak mempunyai rahang. Mulut seperti lingkaran, gigi dari zat tanduk, dan mempunyai lidah. Kulit tidak bersisik, rangka dari tulang rawan, jantung beruang dua. Hidup di laut, bernapas dengan insang, parasit pada ikan besar dapat memakan daging inangnya hingga tinggal kulit dan tulangnya. Saluran pencernaan ma­kanan berupa pipa lurus, mempunyai anus, tanpa kloaka. Di Indonesia tidak terdapat Agnata; banyak terdapat di Eropa dan Amerika Utara. Contohnya ikan hag (ikan hantu) dan lamprey (belut laut): hanya mempunyai 1 lubang hidung (nostril).

(a) (b) (c) (d)

Gambar. Macam-macam bentuk sisik.(a) sisik sikloid ;(b) sisik stenoid ; (c) sisik plakoid ;(d) sisik ganoid


2. Chondrichthyes (ikan bertulang rawan)

Sesuai dengan namanya, endoskeleton terbuat dari tulang rawan. Mulut dan lubang hidung terletak ventral; mempunyai lidah dan rahang. Kulit bersisik plakoid dan berlendir. Hidup di laut, bernapas dengan insang. Mem­punyai 2 pasang sirip dan sirip ekor yang pada umumnya heterocercal. Terdapat kloaka, tidak ada pnumatosista.

Contohnya: ikan pari, hiu, dan Narcina sp. yang dapat mengeluarkan lecutan listrik untuk penerangan di laut yang gelap.

3) Osteichthyes (ikan bertulang sejati)

Sesuai dengan namanya, endoskeleton terbuat dari tulang keras. Mulut berahang, bergigi dan berlidah. Kulit berlendir, bersisik ganoid, sikloid, atau stenoid, atau tidak ber­sisik. Jantung beruang dua, darah berwarna pucat mengandung eritrosit yang berinti dan leukosit. Ikan ini juga mempunyai sistem limfe. Terdapat juga sistem portal renalis. Mempunyai hati yang berkantong empedu. Lambung dipisahkan dari usus oleh sebuah katup, mempunyai kloaka tetapi tidak jelas adanya pankreas. Terdapat gelembung renang. Mempunyai gurat sisi, indera mata, telinga dalam dengan 3 saluran semisirkuler dan memiliki otolit untuk keseimbangan. Hidup di laut, rawa-rawa, atau air tawar. Bernapas dengan insang yang bertutup insang (operkulum).

Contohnya lele (Ameiurus melas), belut (Anguilla sp.), kuda laut (Hippocampus sp.), salmon (Salmo trutta salmo), sarden (Sardinops coeruh), tuna (Scomber scombrus), ikan terbang (Cj/pse-lurus sp.), ikan mas (Carassius auratus), ikan perak (Cymatogaster aggregates) ikan vivipai, fertilisasi internal.

Peranan Pisces bagi Kehidupan Manusia

Beberapa peranan pisces yang menguntungkan, antara lain sebagai berikut:

1) Sumber protein hewani, vitamin A, asal lemak tak jenuh.

2) Lemak ikan adalah sumber asam lemak yang tidak jenuh, yang sangat bermanfaat bagi manusia.

3) Di California, Philipina dan Srilanka sirip ikan cucut dan ikan pari dikeringkan lain direbus, dibuat gelatin untuk penyedap masakan sup.

4) Bahan kerajinan (sepatu, tas, sampul buku, pelapis kotak) atau bahan amplas dari kulit ikan cucut yang telah disamak; maka banyak berdiri pabrik penyamak kulit ikan.

5) Pabrik-pabrik pengawetan ikan (ikan asin, ikan dalam kaleng, pindang, asinan telui ikan, dan lain-lain).

6) Tulang ikan untuk bahan perekat/lem.

7) Sisa-sisa ikan dibuat tepung untuk pupuk atau makanan ternak.

8) Ikan sebagai bahan praktikum atau pene-litian demi perkembangan dan kemajuan di bidang sains (ilmu pengetahuan).

9) Usaha rekreasi tempat-tempat pemancingan dan pemijahan ikan hias.


10) Sebagai sumber mata pencaharian dengan ternak ikan di kolam-kolam, tambak, pemijahan ikan hias di aquarium, dan lain

Gambar Lamprey

Gambar. Salmo trutta salmo

Beberapa peranan Pisces yang merugikan antara lain beberapa jenis ikan dapat menyerang dan melukai manusia (ikan pari dengan racun pada ekornya; ikan cucut sering merusakkan jaring para nelayan). Beberapa ikan besar juga memakan ikan atau Crustacea sehingga merupakan kompetisi yang merugikan bagi manusia.

b. Amphibia

Amphibia tergolong hewan poikiloterm (berdarah dingin). Tubuh terbagi atas kepala dan badan atau kepala, badan, dan ekor. Kulitnya lembap berlendir, terdiri dari dermis dan epidermis. Warna kulit bermacam-macam karena adanya pigmen di dalam dermis (biru, hijau, hitam, cokelat, merah, dan kuning) te-pat di bawah epidermis. Mempunyai 2 lubang hidung yang berhubungan dengan rongga mulut. Penghubung rongga hidung dan rongga mulut disebut koane, terletak di kanan kiri tulang vormer yang berbentuk V. Sedang antara rongga mulut dengan rongga telinga disebut Eustachii. Endoskeleton mempunyai kolumna vertebralis (ruas tulang belakang). Terdapat sepasang rahang, gigi, lidah, dan langit-langit.

Sistem organ yang mendukung kehidupan Amphibia dapat dilihat pada Tabel 9.27.

Klasifikasi

Amphibia meliputi 3 ordo, yaitu:

1) Urodela (Caudata)

Pembagian tubuh terdiri atas kepala, badan, ekor. Kaki sama besar. Bentuk larva sama dengan dewasa. Larva bernapas dengan insang, dewasa dengan paru-paru. Pada be­berapa jenis hewan dewasa tetap mempunyai insang, misalnya Proteus, Necturus, dan Siren.

Contoh:

  • Axolot (hidup di Mexico)
  • Ranodon sp. (hidup di Asia)
  • Megalobatrachus japonicus (salamander raksasa) di China dan Jepang, panjang tu­buh hingga 1,5 m.

2) Apoda (Gymnophiona)

Bentuk serupa cacing, tidak berkaki, ekor pendek. Kulit lunak mengeluarkan cairan yang merangsang. Sisik terpendam dalam kulit.Mempunyai tentakel di antara mata dan hidungnya. Mata tidak berkelopak. Hewan jantan memiliki alat kopulasi yang dapat ditonjolkan keluar. Contohnya Ichthyosis glutinosus (salamander cacing) di Asia. Hidup menggali lubang atau di tempat-tempat gelap yang basah.

3) Anura (Salientia): Amphibia tidak berekor

Pembagian tubuh terdiri atas kepala dan
badan, tak berekor, tak berleher. Kaki depan
pendek, kaki belakang besar dan kuat untuk
melompat.

Mempunyai selaput renang di antara jari.Kulit berperan sebagai alat pernapasan. Fertilisasi eksternal. Larva hidup di air disebut berudu; bernapas dengan insang dan kulit;mengalami metamorfosis menjadi dewasa dan bernapas dengan paru-paru dan kulit yang selalu basah dan berlendir. Contonya Rana pipiens (katak hijau) dan Bufo terrestris (katak bangkong)

Peranan Amphibia bagi Kehidupan Manu­sia

1) Dimanfaatkan di bidang kedokteran un­tuk diambil racunnya sebagai penguat denyut jantung.

Contoh: racun Bufotalin (C119H117O25) dan racun Bufotenin (C6H9NO) dari katak Bufo marmus.

2) Keperluan praktikum zoology para siswa dan mahasiswa.

Gambar Katak hijau

1. Mata

2. Selaput pendengar

3. Lubang hidung

4. Tungkai depan

5. Punggung

6. Tungkai belakang

7. Selaput renang



3) jenis Urodela (Megalobatrachus maximus) disukai orang Jepang, jenis Rana sp. disukai orang Cina dan Jepang untuk di makan.

4) di bidang pertanian dan peternakan Ampihibia berperan sebagai predator alami serangga.

c. Reptilia

Tubuh terdiri atas kepala,leher,badan dan ekor.Kepala relative kecil. Ruas tulang ekor tidak mengalami penulangan, hingga dapat diputuskan untuk menipu musuh (disebut autotomi) dan dapat tumbuh kembali (regenerasi).

Klasifikasi

1) Rhynchocephalia

Kebanyakan sudah menjadi fosil, merupakan reptilian primitive dan reptilian tertua yang dikenal hingga sekarangt. Contohnya Sphenedon punctatum, yang dijiluki fosil hidup.

2) Chelonia

Tubuh pendek dan lebar dilindungi kara-paks dan plastron. Tidak bergigi, lidah tak dapat dijulurkan. Contoh: penyu Chelonia mydas (penyu) hidup di laut dan kura-kura raksasa (Testuda gigantea).

3) Crocodilia (Loricata)

Berkulit tebal, lidah pipih tak dapat diju­lurkan. Di pangkal lidah terdapat lipatan trans­versal sebagai penutup faring sewaktu mem-buka mulut di air. Tidak mempunyai kandung kemih. Contohnya buaya Indonesia (Crocodylus porosus), buaya Amerika (Alligator mississippiensis), buaya India (Gravialis gangeticus).

4) Squamata (Reptilia bersisik) Digolongkan menjadi 2, yaitu:

- Lacertilia (Sauria)

Gigi melekat pada rahang, lidah dapat dijulurkan, kelopak mata dapat dipejam-kan.

Contoh:

Lacerta agilis (kadal atau bengkarung)

Mabouya multifasciata (kadal Indone­sia)

Calotus jubatus (lunduk atau bun-glon),

Hemidactylus frenatus (cicak), mem-bela diri dengan autotomi.

Varanus komodoensis (komodo),

Gambar . Anggota ordo crocodilla (buaya) : Crocodilus polustois

- Ophidia (Serpentes)

Pada umumnya tidak berkaki, lidah bei-cabang dua, dapat dijulurkan dengan keadaan mulut tertutup. Gigi melengkung ke dalam sebagai alat pencengkeram mangsa. Kelenjar parotis ada yang meng-hasilkan racun dan keluar lewat lubang taring. Untuk membuka mulut lebar-lebar supaya dapat menelan mangsa secara utuh, terdapat tulang kuadrat bebas dari tulang kepala dan mandibula; tulang lan-git-langit bergerak bebas dan adanya per-tautan ujung dua mandibula (rahang bawah) oleh ligamentum yang elastis. Penciuman tajam karena mempunyai or­gan Jacobson, yang dapat terangsang se­cara kimia, di rongga hidungnya. Hanya memiliki satu paru-paru di kiri. Kopulasi dengan sepasang hemipenis.

Contoh:

Ular tak berbisa antara lain: Natrix sp. (ular air=), Phyton reticulatus (ular sanca = ular sawah)

Ular berbisa antara lain:

- Naja tripudians (ular kobra)

- Boiga sp. (ular pohon)

- Bungarus candidus (ular belang)

- Crotalus horridus (ular derik), jika akan menyerang, ekor bergoyang mengeluarkan bunyi gemericing.

Peranan Reptilia bagi Manusia

1) Sebagai predator alami contoh: ular pe-makan tikus, dan bengkarung pemakan serangga.

2) Sebagai bahan baku kerajinan (sepatu, tas, dompet, ikat pinggang, sisir) dari kulit buaya, kulit ular, kulit biawak atau kara-paks/plastron kura-kura atau penyu.

3) Sebagai bahan pangan, contoh: daging ular, daging kura-kura, telur penyu, dan lain-lain.

4) Minyak ular atau racun ular dimanfaatkan manusia untuk berbagai bahan obat-obatan.

Beberapa reptilia juga merugikan, antara lain ular sering mencuri telur atau hewan ternak kita. Ular berbisa dapat membunuh manusia.

D. Aves (Burung)

Tubuh Aves terdiri atas kepala, leher, tedan, dan ekor. Badan dilindungi oleh kulit yang berbulu. Menurut letaknya terdapat 5 macam bulu, yaitu Remiges (pada sayap), Re­prises (pada ekor), Tertrises (penutup badan), Ma (pada jari-jari sayap), dan Pamterum (di sekitar bahu). Menurut bentuk ada 3, yaitu plumae, plumulae (lunak), dan filoplumae (seperti rambut bertangkai panjang). Lihat

Gambar 9.71!

Pada sayap dan ekor, bulu gugur dalam pasangan-pasangan yang simetris. Bulu yang hanya tumbuh pada tempat tertentu dan teratur disebut apteria.


Gambar. Bentuk-bentuk paruh burung

Paruh burung tidak bergigi. Paruh diben-tuk oleh maxila (rahang atas) dan mandibula (rahang bawah). Pada pangkal paruh terda­pat tonjolan ke atas dari kulit lunak, disebut sora. Leher (diselubungi bulu-bulu jenis plu­mulae) mempunyai kelenjar minyak (glandula uropygialis). Tulang burung relatif ringan karena berongga. Tulang dada mempunyai tem­pat melekatnya otot terbang. Gelang bahu ter-bentuk oleh sepasang tulang korakoid, sepasang skapula, dan sepasang klavikula. Ketiga tulang tersebut membentuk lubang (foramen trioseum) tempat otot dada kecil (musculus pectoralis minor) yang berfungsi mengangkat sayap. Tu­lang rusuk melekat pada tulang dada, di ba-gian belakang melekat pada tulang leher atau tulang punggung. Vertebrae terdiri atas tulang leher, tulang punggung, dan tulang ekor.

Aves memiliki kantong suara (siring) yang terdapat pada percabangan trakea, digerakkan oleh otot siringialis (penghubung siring) den­gan dinding trakhea sebelah dalam dan otot sterno trakhealis (penghubung trachea dengan tulang dada),

Aves termasuk homoioterm (hewan berdarah panas). Suhu tubuh tetap, ± 40,5° hingga 42°C. Mampu melindungi telur dan anak-anaknya. Habitat di daratan sampai keting-gian ± 6000 mAda yang menetap, ada pula yang bermigrasi.

Sistem organ

Keterangan

Sistem gerak

Sepasang anggota gerak depan berupa sayap, dapat untuk terbang dengan ekor sebagai kemudi. Anggota gerak belakang berupa kaki untuk berjalan, hinggap atau bertengger. Alat gerak aktif, memiliki otot-otot gerak yang penting yaitu otot dada besar (muskulus pektoralis mayor) dan otot dada kecil (muskulus pektoralis minor) berguna untuk gerak terbang. Otot paha untuk berlari, ber­jalan, hinggap dan bertengger. Memiliki otot penggerak bulu ekor dan sayap, penggerak paruh dan penggerak mata.

Pencernaan makanan

Sistem pencernaan makanan lengkap, dari mulut — > kerongkongan (usopha gus) — » krop atau tembolok (pelebaran esofagus untuk menyimpan makanan sementara) — » lambung kelenjar (proventrikulus) -* lambung otot atau empedal (ventrikulus) berdinding tebal — > usus halus (intestinum tenue terdiri atas duode­num, yeyenum, dan ileum yang digantung oleh mesenterium) -» usus besar (intestinum crassum) terdapat sepasang usus buntu di antara usus halus dan usus besar -» bermuara pada kloaka (di bawah ekor). Mempunyai kelenjar ludah, kelenjar pankreas dan hati yang menghasilkan empedu.

Pernapasan

Bernapas dengan paru-paru yang berhubungan dengan kantong-kantong hawa (sakus pnumatikus) yang berhubungan pula dengan tulang-tulang pipa. Paru-paru dengan kantong hawa dihubungkan oleh bronkus rekurens. Pnumatikus juga berfungsi mencegah kedinginan, memperkeras suara dan mengatur masa jenis badan (pada burung berenang). Pada waktu terbang, inspirasi dan ekspirasi tidak dilakukan oleh paru-paru, melainka noleh sakus pnumatikus. Pengambilan 02 berlangsung pada waktu inspirasi maupun waktu ekspirasi. Semakin tinggi burung terbang, makin cepat burung menggerak-gerakkan sayapnya untuk memperoleh O2.

Peredaran darah

Peredaran darah tertutup dan berganda (dua kali lewat jantung dalam satu kali beredar ke seluruh tubuh). Jantung dibungkus oleh selaput perikardium, beruang 4, 2 atrium (serambi) dan 2 ventrikel (bilik), dengan sekat bilik sempurna. Lengkung aorta hanya satu di sebelah kanan. Sistem portal juga hanya satu yaitu sistem porta hepatika.

Ekskresi

Dengan ginjal ripe metanefros. Tidak memiliki kandung kemih. Vena porta ginjal tidak terbagi-bagi menjadi kapiler-kapiler ginjal.

Alat indera dan sistem syaraf

Lidah pada umumnya tak dapat dijulurkan. Mata mempunyai kelopak mata, membran nikritans (selaput tidur) dan kelenjar air mata. Tak ada daun telinga; terdapat membran timpani (selaput pendengar) di bagian dalam lubang telinga luar. Lubang hidung satu pasang dengan indera pencium yang kurang baik. Untuk pemilihan makanan dengan organ perasa yang berada di sisi lidah dan langit-langit. Sistem syaraf pusat berupa otak dengan 12 pasang syaraf kranial. Terdapat kelenjar tiroid, adrenal, dan endokrin piruitari (hipofisis) yang terletak di dasar otak.

Reproduksi

Kelamin terpisah, fertilisasi internal. Hewan jantan belum ada penis, pada hewan betina hanya mempunyai satu ovarium (kiri). Bersifat ovipar, telur bercangkang keras; dierami dan menetas dengan bantuan induk atau pecah sendiri dari dalam.

Klasifikasi

Aves (burung) meliputi banyak sekali ordo, beberapa ordo telah punah, antara lain:

1) Aepyornithiformes: burung gajah, tinggi ±3 m, telur 21-30 cm (terdapat di Malagasi). 2) Dipornithiformes: tinggi 13m, telur 14-18 cm (di Selandia Baru).

3) Hesperornis dan Ichthyornis (burung bergigi, di Amerika Serikat).

4) Archaeopteryx (bergigi, tidak mempunyai pigostil; fosilnya terdapat di Jerman).

5) Diatrymiformes (tak dapat terbang, paruh besar, terdapat di Amerika Serikat).

Beberapa ordo yang masih ada, antara lain :

1) Rosares (Galliformes):

Kaki untuk mengais dan berlari. Paruh

pendek.

Contoh:

Callus domestica (ayam buras) Pavo cristatus (merak) Meleagris gallopavo (kalkun) Megacephalon maleo (Maleo di Su­lawesi Utara).

2) Ratites (Palaeognathae): meliputi be­berapa ordo burung yang tak dapat ter­bang (burung berjalan).

- Struthioniformes:

Struthio camelus (burung unta) dari Afrika.

- Casuariiformes:

Casuarius galeatus (burung kasuari). Terdapat di Pulau Seram, Papua, dan Australia.

- Apterygiformes:

Apteryx australis (kiwi) Hidup di Selandia Baru.

- Rheiformes:

Rhea americana (burung Rea) Terdapat di Amerika.

3) Natatores (Anseriformes): Burung ber-enang, kaki pendek, terdapat membran kulit di antara jari-jari (selaput renang pada kaki). Ekor pendek; ketika kecil ber-bulu halus seperti kapas, paruh melebar berkristae (penyaring).

Contoh:

Anser albifrons (entok), Anas platyrhynchos (itik), Cygnus sp. (angsa), Dendrocygna ja-vanica (belibis)

4) Grallatores (Ciconiiformes)

Kepala botak; paruh, leher dan tungkai panjang; Hidup berkelompok, makanan-nya hewan air.

Contoh:

Ardeola sp. (blekok) Lihat Gambar 9.73, Phoenicopterus ruber (flamingo), Leptopti-lus javanicus (bangau Jawa)

5) Coraciiformes (burung raja)

Paruh besar, kepala besar, tungkai pendek. Pemakan ikan, udang, katak, kupu-kupu kecil, kumbang, lebah, dan lain-lain.

Contoh:

Alcedo menintina (raja udang), Buceros rhi­noceros (rangkong): bersuara keras sekali

6) Columbiformes (burung dara) Pemakan biji-bijian.

Paruh pendek dengan sora di pangkalnya. Tembolok besar, sel epitelnya mudah mengelupas dan diberikan kepada anaknya semasa masih kecil lewat paru-hnya (disebut "susu merpati").

Contoh:

Columba fasciata (merpati), Geopelia struata (perkutut), Streptopelia sinensis (tekukur)

7) Apodiformes (burung dengung)

Tubuh kecil + 5,6 cm. Paruh lembek, lidah panjang, dapat dijulurkan; membuat sarang dari saliva (sekret ludahnya).

Contoh:

Archilochus colibris (burung kolibri/hum­mingbird) di Amerika Utara, Chaetura pelagica (walet), Apus affinis (lelayang)

8) Oscines (Passeriformes) = Burung penyanyi

Pita suara berfungsi bagus. Tiga jari kaki menghadap ke depan, satu jari arah ke belakang, sesuai untuk bertengger. Telur berwarna-warni, ketika menetas anaknya masih buta. Pemakan serangga maupun berbagai biji-bijian.

Contoh:

Passer montanus (burung gereja), Serinus

canaria (burung kenari), Paradisea apoda

(cendrawasih), Sturnidae jalla (burung

jalak)

Peranan Aves bagi manusia

Aves memiliki fungsi:

1. Sumber protein hewani (daging dan te-lurnya)

2. Telur ayam dan itik untuk ramuan obat-obatan atau membuat kue.

3. Sebagai bahan perindustrian, contoh: shuttle cock untuk bulu tangkis dibuat dari bulu plumae, sedang selimut, bantal, ka-sur dibuat dari bulu plumulae (itik, ayam, angsa dan lain-lain).

4. Membuka lapangan kerja dengan beter-nak ayam, itik, angsa, merpati, parkit, dan perkutut. Terutama burung walet.

5. Burung dilatih dan dilombakan, contoh: merpati pos untuk mengantar surat, lomba suara perkutut, dan lain-lain.

6. Berbagai burung diawetkan utuh dengan mengganti isi perutnya dengan kapas se-hingga tampak seperti masih hidup (taxi-dermi).

7. Untuk dinikmati suaranya dan keindahan bulunya.

8. Sebagai predator alami. Burung-burung pemakan insekta juga berperan sebagai pengendalian hayati alamiah.

9. Di bidang sains dipergunakan untuk prak-tikum para siswa dan mahasiswa.

Gambar. Burung Blekok