Hehe....

Lakukan apa yang sebelumnya telah kamu pahami, jangan engkau sia-siakan waktumu tanpa mengiyakan hal itu, lihatlah hari esok jika kamu telah tahu apa yang ingin kam lakukan!!!1

Rabu, 04 November 2009

4 Langkah Praktis Meraih Impian Anda

Teknik pikiran “Repetitive Writing” atau “Penulisan Berulang”. Teknik pikiran ini sejujurnya mudah untuk membuat Anda bosan melakukannya, namun keuntungannya jauh lebih penting daripada investasi waktu Anda selama 10 menit untuk melakukannya setiap hari. Menuliskan harapan kita berulang-ulang akan mempengaruhi secara mendalam pikiran bawah sadar kita. Teknik ini berguna untuk menanamkan afirmasi dan membuat kondisi ideal.
Bila kita membahas tentang Teknik Penulisan Berulang maka dalam pikiran kita akan terbayang seorang guru Sekolah Dasar yang memerintahkan muridnya untuk menulis 100 kali “Saya tidak akan berbicara lagi di dalam kelas” untuk mendisiplinkan muridnya. Apa yang dilakukan oleh guru tersebut hampir benar.
Mengapa dikatakan HAMPIR benar? Guru tersebut sekilas tampak seperti sedang menanamkan afirmasi pada muridnya, namun seperti kekeliruan yang dilakukan banyak orang dalam menuliskan afirmasi: penyusunan kalimat yang tidak tepat. Ia berfokus pada hal yang negatif.
Seperti yang sudah kita ketahui, pikiran bawah sadar bekerja berdasarkan gambar dan tidak dapat memproses kata negatif seperti ‘jangan’, ‘tidak’ atau ‘tidak dapat’. Ketika murid tersebut menuliskan, “Saya tidak akan berbicara lagi di dalam kelas,” maka pikiran bawah sadarnya membawa gambar tentang dirinya dan berbicara lagi di dalam kelas, dan dia justru mulai menanamkan dengan kuat tingkah laku yang sedang diusahakan untuk diubah.
Maksud baik Sang Guru ternyata justru menekankan pada tingkah laku yang ingin diubah. Tebaklah apa yang terjadi pada hari berikutnya! Kelas justru akan semakin ribut.
Lalu bagaimana cara guru mendisiplinkan muridnya? Menulis berulang “Saya bersikap tenang di dalam kelas” pasti akan menghasilkan suasana kelas yang jauh berbeda.
Maka marilah kita gunakan informasi ini untuk penerapan yang praktis!
4 Langkah Sangat Praktis untuk Membuat Penulisan Berulang Anda yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:
Langkah 1: Pilihlah maksimal 3 sikap yang ingin Anda ubah. Idealnya, Anda memilih dan fokus pada satu saja tingkah laku sampai Anda lihat efek dari afirmasi Anda menjadi kenyataan, Anda dapat memulai dengan tujuan yang baru. Jika anda ingin mempercepat proses, ambillah tujuan yang sama dengan teknik pikiran Menanamkan Afirmasi yang Anda lakukan.
Langkah 2: Yakinlah bahwa Anda telah menyusun kalimat dengan benar. Ini adalah langkah sama yang Anda harus gunakan ketika Anda ingin menciptakan afirmasi Anda. Ingat! Kalimat Anda harus bersifat perseorangan atau pribadi, harus kalimat positif dan harus kalimat kondisi saat ini.
Langkah 3: Belilah sebuah buku tulis! Menggunakan buku tulis untuk menuliskan kalimat afirmasi Anda jauh lebih efektif daripada menggunakan lembaran kertas biasa. Letakkan buku ini di suatu tempat yang mudah Anda lihat atau jangkau! Ini mempermudah Anda untuk mengingatkan bahwa Anda harus menuliskan kalimat afirmasi setiap pagi dan malam.
Langkah 4: Tulislah tanggal pada bagian atas halaman dan tuliskan kalimat afirmasi Anda berulang-ulang pada setiap baris sampai penuh satu halaman. Rata-rata buku tulis memiliki baris antara 25 - 30 baris. Jumlah baris tersebut sangat cukup. Menuliskan harapan Anda berulang-ulang akan sangat jauh mempengaruhi pikiran bawah sadar Anda.
Lakukan 4 langkah ini setiap pagi saat bangun dan setiap malam sebelum tidur. Sekali pikiran bawah sadar Anda menyerap sepenuhnya pernyataan afirmasi yang ingin Anda tanamkan dan memberikan kepada Anda alat untuk membuat segala sesuatunya menjadi nyata, akankah Anda mulai melakukan teknik ini untuk hasrat Anda selanjutnya?
Sumber: okkysulistijo.com (NS)

Menuju Pendidikan Untuk Semua dan Semua Untuk Pendidikan

Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Undang Undang Dasar 1945 menjamin hak setiap warga negara Indonesia untuk mendapatkan pengajaran. Perumusan yang demikian ini tampaknya menjadi keyakinan para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) (the founding fathers) bahwa melalui pendidikanlah bangsa Indonesia akan dapat menjadi bangsa yang cerdas. Bangsa yang cerdas diyakini akan menghasilkan bangsa yang mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain.

Indonesia merupakan salah satu negara yang menandatangani deklarasi “Education for All”. Berkaitan dengan deklarasi ini dan sekaligus juga sebagai wujud keseriusan Indonesia mensukseskannya, maka Indonesia telah mencanangkan Wajib Belajar 6 Tahun pada tahun 1984 dan 10 berikutnya, yaitu pada tahun 1994, Indonesia mencanangkan Wajib Belajar 9 Tahun. Melalui Wajib Belajar 6 Tahun diharapkan anak-anak usia Sekolah Dasar (7-12 tahun) dapat menikmati layanan pendidikan Sekolah Dasar (SD). Artinya, anak-anak usia SD dapat menyelesaikan pendidikan SD. Demikian juga halnya melalui pencanangan Wajib Belajar 9 Tahun diharapkan anak-anak usia SMP (13-15 tahun) dapat menyelesaikan pendidikan SMP.

Berbagai program yang diarahkan untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan Wajib Belajar 6 Tahun dan 9 Tahun telah dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Berkaitan dengan hal ini, satu hal yang menjadi keprihatinan di berbagai negara adalah mengenai anak-anak yang karena satu dan lain hal terpaksa tidak dapat menyelesaikan pendidikan SD sehingga mereka ini menjadi warga negara yang buta aksara. Demikian juga dengan anak-anak yang terpaksa tidak dapat menyelesaikan pendidikan SMP, maka mereka akan cenderung masuk ke dalam kelompok tenaga kerja kasar.

Hakekat dari “Pendidikan untuk Semua dan Semua untuk Pendidikan” adalah mengupayakan agar setiap warga negara dapat memenuhi haknya, yaitu setidak-tidaknya untuk mendapatkan layanan pendidikan dasar (Wajib Belajar 9 Tahun). Untuk dapat mewujudkan “Pendidikan untuk Semua dan Semua untuk Pendidikan”, semua komponen bangsa, baik pemerintah, swasta, lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan, maupun warga negara secara individual, secara bersama-sama atau sendiri-sendiri, berkomitmen untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan “Pendidikan untuk Semua dan Semua untuk Pendidikan” sesuai dengan potensi dan kapasitas masing-masing.

Sebagai unit organisasi sosial terkecil, orang tua dari setiap keluarga tergugah dan terpanggil untuk setidak-tidaknya membimbing dan membelajarkan anak-anaknya, baik melalui pendidikan formal persekolahan, lembaga pendidikan non-formal, maupun melalui lembaga pendidikan informal. Mengirimkan anak untuk belajar melalui lembaga pendidikan sekolah sudah jelas yaitu mulai dari taman Kanak-kanak (TK) sampai dengan pendidikan tinggi.

Apabila karena satu dan lain hal, seorang anak tidak memungkinkan untuk mengikuti pendidikan persekolahan, maka orang tua dapat mengirimkan anaknya untuk mengikuti kegiatan pembelajaran pada pendidikan non-formal, seperti Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Seandainya seorang anak tidak memungkinkan juga mengikuti pendidikan melalui pendidikan formal dan non-formal, maka masih ada model pendidikan alternatif yang dapat ditempuh, yaitu “Sekolah di Rumah” (Home Schooling). Dalam kaitan ini, orang tua dapat mengidentifikasi lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan atau unit-unit pendidikan prakarsa anggota masyarakat yang menyelengggarakan “Sekolah di Rumah” dan kemudian mengirimkan anaknya untuk mengikuti pendidikan di lembaga atau unit pendidikan tersebut. Atau, orang tua sendiri dengan latar belakang pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki, dapat membimbing dan membelajarkan anak-anaknya sehingga pada akhirnya sang anak dapat mengikuti ujian persamaan (Upers), baik pada satuan pendidikan SD, SMP atau SMA.

Pada satuan lembaga, baik yang sepenuhnya bernafaskan pendidikan maupun yang tidak, hendaknya memiliki komitmen yang sama yaitu untuk membelajarkan anak-anak dari orang tua yang bekerja pada masing-masing lembaga. Bentuk komitmen dari lembaga tidak harus dalam bentuk penyelenggaraan pendidikan tetapi dapat saja dalam bentuk beasiswa. Bagi lembaga industri atau perusahaan, bentuk komitmennya dapat saja dalam bentuk pemberian beasiswa atau berfungsi sebagai orang tua asuh setidak-tidaknya bagi anak-anak yang orang tuanya bekerja di industri atau perusahaan.

Apabila semua komponen bangsa bergerak serempak bagaikan sebuah orkestra, masing-masing komponen bangsa memberikan yang terbaik yang ada padanya demi pencerdasan kehidupan bangsa, maka tidak akan diragukan lagi bahwa orkestra akan menghasilkan/ memberikan lagu yang terbaik (the best). Analoginya di bidang pendidikan, bahwa melalui gerakan masyarakat, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri menerapkan “Pendidikan untuk Semua dan Semua untuk Pendidikan”, maka penuntasan wajib belajar 6 tahun dan 9 tahun akan dapat lebih cepat tercapai.

Seiring dengan rencana alokasi anggaran untuk sektor pendidikan pada APBN Tahun 2009 sebesar 20%, tentunya diharapkan akan dapat lebih mempercepat penuntasan Wajib Belajar 6 dan 9 Tahun serta terbuka kemungkinan untuk mempersiapkan pencanangan Wajib Belajar 12 Tahun. Dengan menjadikan pendidikan sebagai gerakan masyarakat dan ditunjang oleh kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta komitmen untuk mewujudkan “Pendidikan untuk Semua dan Semua untuk Pendidikan”, maka dalam beberapa tahun ke depan diharapkan hasil atau dampaknya dalam bentuk keunggulan kompetetif akan dirasakan secara nasional dan juga diapresiasi secara regional/internasional.

Bagaimanakah Kegiatan Pembelajaran yang Berfokus kepada Peserta Didik

Mendengar istilah “Pembelajaran berfokus kepada peserta didik” setidak-tidaknya memuncul-kan pertanyaan, yaitu: “Apakah selama ini kegiatan pembelajaran belum berfokus kepada peserta didik?”. Atau pertanyaan lain yang dirumuskan secara berbeda, yaitu: “Apakah selama ini kegiatan pembelajaran berfokus kepada guru?”. Seandainya jawaban terhadap pertanyaan yang diajukan ini adalah bahwa kegiatan pembelajaran tidak lagi berfokus pada guru tetapi sudah berfokus kepada peserta didik, maka pertanyaan berikutnya yang muncul adalah “Bagaimanakah konsep kegiatan pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik itu?”.

Dengan berkembangnya pemikiran tentang pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik, apakah para guru juga sudah memahami bahwa kegiatan pembelajaran yang mereka kelola sehari-hari haruslah berfokus kepada peserta didik. Bagaimanakah peranan atau posisi guru selaku manajer kegiatan pembelajaran (instructional manager) dalam kegiatan pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik?

Pada awalnya, guru memang merupakan salah satu atau dapat dikatakan sebagai satu-satunya komponen penting dalam kegiatan pembelajaran. Dikatakan sebagai satu-satunya komponen penting dalam kegiatan pembelajaran karena apabila disebabkan satu dan lain hal, guru terpaksa tidak dapat hadir di sekolah, maka kegiatan pembelajaran pun dapat dikatakan tidak akan berlangsung. Dengan demikian, guru memang benar-benar berfungsi sebagai satu-satunya sumber belajar bagi peserta didik.

Manakala keadaannya sudah sedemikian rupa seperti tersebut di atas, di mana kegiatan pembelajaran sangat tergantung pada kehadiran guru, maka dapatlah dikatakan bahwa model pembelajaran yang diterapkan adalah model pembelajaran yang berfokus kepada guru. Dari RPP yang disusun guru juga dapat dilihat apakah kegiatan pembelajaran yang dikelola guru masih berorientasi pada kepentingan guru atau peserta didik.

Apakah dengan paradigma kegiatan pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik mengindikasikan bahwa guru telah mengubah posisi keberadaan dirinya di dalam kelas bukan lagi sebagai satu-satunya sumber belajar bagi peserta didik? Tetapi guru telah memposisikan dirinya sebagai salah satu sumber belajar karena guru telah menerapkan kegiatan pembelajaran yang menggunakan berbagai sumber belajar di dalam kegiatan pembelajaannya. Kegiatan pembelajaran yang demikian ini disebut juga sebagai kegiatan pembelajaran berbasis aneka sumber (resources-based learning).

Manakala guru secara konsisten menerapkan kegiatan pembelajaran berbasis aneka sumber, maka guru yang bersangkutan dapat dikatakan telah menerapkan kegiatan pembelajaran yang berfokus pada peserta didik. Dalam kaitan ini, yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah “Apakah yang menjadi ciri-ciri atau karakteristik dari kegiatan pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik?”. “Bagaimana pula perbedaannya dengan pembelajaran yang berfokus kepada guru?”.

Dari metode mengajar yang diterapkan guru di dalam kelas, dapatlah diketahui apakah sang guru masih tetap menerapkan kegiatan pembelajaran yang berfokus kepada dirinya. Kemudian, menarik juga untuk mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Apakah anda sebagai guru hanya menggunakan metode mengajar chalk and talk” (kapur tulis dan bicara)? Apakah anda juga hanya menuliskan di papan tulis materi pelajaran yang perlu anda sampaikan kepada para peserta didik dan kemudian menceramahkannya?. Apakah anda juga mengkondisikan peserta didik untuk hanya duduk manis dan mencatat apa yang anda tulis di papan tulis dan kemudian mendengarkan ceramah anda secara cermat?. Apakah setelah semua tugas mengajar anda selesai, maka anda langsung meninggalkan ruang kelas dan peserta didik pun terbebas dari anda sebagai guru?

Apabila jawaban kita “YA” terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, maka hal itu mengindikasikan bahwa kita sebagai guru masih berada pada posisi yang menerapkan kegiatan pembelajaran yang berfokus kepada diri kita sendiri selaku guru. Untuk lebih memantapkan pemahaman kita mengenai pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik atau guru, maka ada baiknya kita merespon serangkaian pertanyaan yang diajukan berikut ini. Tujuannya adalah untuk melatih kita memahami konsep kegiatan pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik. Oleh karena itu, sejauh mana kita sebagai guru mampu memahami pertanyaan-pertanyaan tersebut dan memberikan jawaban secara tuntas, maka pemahaman kita akan semakin lebih jelas mengenai kegiatan pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik.

“Apakah RPP yang kita susun masih menekankan aspek kemampuan atau keberhasilan kita mengajarkan materi pelajaran? Sejauh manakah materi pelajaran yang telah ditetapkan di dalam RPP telah selesai kita ajarkan kepada peserta didik kita? Atau, apakah kita sebagai guru masih menekankan kegiatan pembelajaran pada tingkat pemahaman atau penguasaan peserta didik (kompetensi) terhadap materi pelajaran yang kita rancang?

Pertanyaan selanjutnya adalah “Apakah peserta didik telah berhasil mencapai tingkat kompetensi sebagimana yang ditetapkan di dalam RPP?”. “Apakah kita sebagai guru merasa puas manakala kita telah berhasil menyajikan semua materi pelajaran yang telah direncanakan di dalam RPP?”. Apakah menjadi kepedulian (concern) kita juga sebagai guru mengenai materi pelajaran yang telah kita sajikan itu telah benar-benar dipahami/dikuasai oleh peserta didik kita?.

Terhadap serangkaian pertanyaan tersebut di atas, bagaimana kita sebagai guru menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dan sekaligus juga merenungkan apa yang menjadi jawaban kita? Apakah kita mengatakan, “Oh ya, berarti sebenarnya saya belum sepenuhnya menerapkan kegiatan pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik” atau sebaliknya, “Nah, barulah sekarang saya tahu bahwa saya sebenarnya sudah mulai menerapkan kegiatan pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik”.

Sehubungan dengan respon kita terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas dan untuk lebih mengarahkan perhatian kita mengenai model pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik, maka pada bagian berikut ini akan diuraikan karakteristik model pembelajaran yang berfokus pada peserta didik versi Molly Jhonson (Jhonson, 2007). Beberapa di antara karakteristiknya adalah bahwa (1) guru lebih berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran ketimbang sebagai penyaji pengetahuan, (2) pengelolaan kelas yang lebih kondusif terhadap kegiatan dan interaksi peserta didik yang mengarah pada pengalaman belajar yang produktif, (3) peserta didik aktif dalam kegiatan yang berkaitan dengan pembelajaran ketimbang hanya duduk manis dan pasif selama kegiatan belajar berlangsung di dalam kelas, dan (4) membutuhkan investasi waktu dan energi untuk menerapkan model pembelajaran yang berfokus pada peserta didik.

Lebih lanjut, Molly Jhonson mengemukakan beberapa persyaratan yang harus diperhatikan agar pelaksanaan pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik berhasil, yaitu: (1) mengubah paradigma guru menjadi fasilitator pembelajaran, (2) komitmen guru dalam menyediakan waktu dan tenaga untuk membelajarkan peserta didik tentang berbagai materi pengetahuan, (3) kesediaan guru untuk mencoba menerapkan pendekatan baru dalam mengelola kelas, dan melihat secara kritis usaha penerapan pembelajaran yang berfokus pada peserta didik, dan (4) inisiatif guru untuk bergabung dengan kelompok masyarakat pengembang strategi pembelajaran yang berfokus pada peserta didik.

Dengan menerapkan kegiatan pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik, maka berikut ini diuraikan beberapa tambahan peranan yang baru bagi guru.

- Peranan baru yang pertama bagi guru yang menerapkan kegiatan pembelajaran yang berfokus kepada peserta didik adalah (1) memahami dan mengetahui secara jelas kearah mana peserta didik secara kognitif dikehendaki akan berkembang. Dalam hal ini, guru hendaknya mengetahui tingkat kemampuan berpikir yang dituntut untuk dikembangkan oleh peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung, (2) menggunakan analogi dan metafor, (3) mengembangkan mekanisme yang tidak berbahaya dan juga tidak menakutkan untuk terjadinya dialog tidak langsung antara guru dan peserta didik.

- Peranan guru yang kedua adalah mengembangkan pertanyaan yang bersifat “memaksa” peserta didik untuk menguraikan apa yang sebenarnya sedang mereka pelajari. Hendaknya guru benar-benar menghindarkan pertanyaan, seperti “Apakah ada pertanyaan?”. Guru hendaknya juga memberikan berbagai kesempatan kepada peserta didik untuk membuat kesimpulan/dan atau menjelaskan materi yang baru saja selesai dibahas. Peserta didik juga haruslah dikondisikan untuk mengajukan pertanyaan yang bersifat penetrasi.

- Peranan ketiga dari guru adalah menggunakan alat/sarana visual untuk membantu peserta didik agar dapat “melihat” bagaimana informasi dapat dihubungkan dan mengajarkan kepada peserta didik cara-cara penggunaan sarana/alat visual.

- Peranan keempat yaitu mendorong pembentukan kelompok-kelompok belajar dan memfungsikannya. Kelompok belajar dapat dibentuk dalam berbagai bentuk tergantung pada besarnya kelas, mata pelajaran, dan pendapat/pemikiran guru.

Jumat, 30 Oktober 2009

Bank Waktu

Bayangkan jika sebuah bank memberikan anda uang sebesar $ 86.400 setiap hari. Dan jumlah tersebut harus dihabiskan dalam satu hari. Setiap sore uang yang tersisa akan dihapuskan dari account jika anda gagal untuk menggunakannya sepanjang hari. Apa yang akan anda lakukan ? Tentunya akan menggunakan uang tersebut setiap sen yang ada.

Kita semua memiliki bank seperti itu. Namanya WAKTU. Setiap pagi, anda diberikan waktu 86.400 detik Setiap malam akan dicatat, sebagai kehilangan, jika anda gagal untuk menginvestasikan dengan tujuan baik. Jumlah tersebut tidak akan dipindah-bukukan untuk keesokan harinya, juga tidak dapat dilakukan penarikan lebih dari jumlah yang telah ditentukan. Setiap hari akan dibuka sebuah account baru untuk anda, dan setiap malam account tersebut akan dihapuskan. Jika anda gagal untuk menggunakan simpanan pada hari itu, anda akan kehilangan. Hal ini tidak akan pernah kembali. Tidak akan pernah ada penarikan untuk hari esok. Anda harus hidup pada saat ini, untuk simpanan hari ini Investasikan hal ini untuk memperoleh dari investasi tersebut kesehatan, kebahagiaan dan keberhasilan yang sepenuh-penuhnya.

Untuk menyadari nilai SATU TAHUN, tanyakan pada seorang pelajar yang gagal naik tingkat Untuk menyadari nilai SATU BULAN, tanyakan pada seorang ibu yang melahirkan seorang bayi prematur. Untuk menyadari nilai SATU MINGGU, tanyakan pada editor dari majalah mingguan. Untuk menyadari nilai SATU JAM, tanyakan seorang kekasih yang menanti untuk bertemu. Untuk menyadari nilai SATU MENIT, tanyakan seorang yang ketinggalan kereta api

Untuk menyadari nilai SATU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja terhindar dari kecelakan. Untuk menyadari nilai SEPERSERIBU DETIK, tanyakan pada seseorang yang baru saja memperoleh medali perak dalam Olympiade.

Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan hargailah waktu itu lebih lagi, karena anda membagikannya dengan seseorang yang khusus, cukup khusus untuk membuang waktu anda. Dan ingatlah bahwa waktu tidak akan menunggu seseorang pun. Kemarin adalah sejarah. Hari esok adalah sebuah misteri dan hari ini adalah suatu hadiah. Itulah yang disebut dengan berkat. Waktu terus berjalan. Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini

Rabu, 28 Oktober 2009

Kembangkan Kreatifitasmu !!!


*Satu*, bersyukurlah atas hari ini. “Just to be alive is a grand thing,” kata Agatha Christie, salah satu novelis detektif terkemuka. Jauhkanlah
perasaan depresi dan sedih tanpa juntrungan. Jalani setiap hari dengan hati penuh syukur. Ingatlah akan Bill Porter. Kalau dia bisa jadi seorang
salesman berhasil, apapun yang Anda inginkan sebenarnya pasti bisa tercapai.

**

*Dua*, belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selamanya, hiduplah seakan-akan Anda akan mati besok. Mohandas Gandhi pernah berkata demikian, “Live as if you were to die tomorrow, learn as if you were to live forever.” Belajar terus, upgrade diri terus dengan berbagai cara baik yang memerlukan effort maupun effortlessly.

**

*Tiga*, setiap ketrampilan pasti ada penggunanya. Ini saya dapat dari salah satu sahabat saya seorang wanita blonda dari San Diego.
Sahabat saya Crystal ini pernah membesarkah hati saya, “There are all kinds of writers, there are all kinds of readers.” Ketika saya down karena merasa incompetent bertarung dengan penulis-penulis lokal di sini, Crystal mengingatkan bahwa setiap jenis penulis pasti ada pembacanya
(niche). Find your niche, so you find your place in the world.

**

*Empat*, bukalah jalan sendiri, orisinil. Ralph Waldo Emerson once said, “Do not go where the path may lead, go instead where there is no path and leave a trail.”

**

*Lima*, belajar mencintai apa yang Anda punyai, bukan berangan-angan akan apa yang Anda tidak miliki. Use whatever you have at hand, impian hanya akan menjadi nyata kalau Anda menggunakan instrumen yang kasat mata saat ini juga.

**

*Enam*, lihat apa yang kelihatan dan lihat apa yang belum kelihatan. Gunakan visi dan misi untuk mengenal apa yang Anda tuju. Seringkali, apa yang belum kelihatan adalah blue print untuk sukses Anda. Begitu kelihatan, ia akan menjadi semacam de ja vu.

**

*Tujuh*, telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.

**

*Delapan*, semakin banyak Anda memberi, semakin banyak Anda akan menerima. The more you give, the more you get in return. Dalam marketing, ini mungkin disebut sebagai taktik public relations atau publicity. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, ini juga berlaku tanpa diselipi dengan iming-iming tertentu. Saya sendiri sudah membuktikannya. Semakin banyak kita memberi (dalam arti luas, tidak terbatas uang dan materi), semakin besar penghargaan dan berkat yang kita terima.

**

*Sembilan*, jadilah mentor diri sendiri. What would Oprah do? Itu yang saya pakai sebagai ukuran. Saya tidak memilih Nabi atau pembesar negara, namun seorang wanita berkulit berwarna yang telah membalikkan nasibnya sendiri menjadi salah satu orang berpengaruh di dunia.

**

*Sepuluh*, saya eksis dengan maupun tanpa tubuh saya. Setidak-tidaknya sekali sehari, saya mengingatkan diri sendiri bahwa hidup ini bukanlah untuk selamanya. Maka berbuatlah terbaik pada saat ini juga. Jangan tunggu-tunggu lagi. “Just do it,” kata Cher di Farewell Concertnya beberapa tahun yang lampau. I do my best every chance I have. Berbuatlah terbaik di setiapkesempatan, karena itu mungkin yang terakhir.

Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset. Bukan hanya cogito er go sum (saya berpikir maka saya ada), namun sum ego prosperitas (sukses adalah saya).

Selasa, 27 Oktober 2009

My Comunity.......

Hiii guyss...
Ni adalah gambaran komunitas SMA N 2 Sidikalang kelas XI-IA1,....
pasti ada di antara kita semua yang berpikir gimana ya keadaan di komunitas ini,... ??
klo berdasarkan keadaan sehari-hari kita tahu kalau nomor 1 merupakan hal yang terbaik di antara semua di sekelilingnya...,,,,, tapi gimana dengan situasi dan kondisi kelas XI-Ia1 ini...??? Pasti dah ada yang tahu jawabnya,atau mungkin ada yang menganggap tulisan ini menggambarkan segala kelebihan kelas ini ...??
Oh... tidak...
Malah yang ada itu justru keadaan yang sebaliknya...
He...he...he...... wkwkwkwkwkwk.....!!!!!!!!
Mungkin semua ini terjadi karena kurangnya kesadaran di antara murid-murid kelas ini, semuanya hanya mengandalkan omongan dan tidak melaksanakan apa yang telah diungkapkan sebagai siswa, ya...,apa itu yang dikatakan dengan "Janji Siswa". Setiap hari senin naskah selalu diutarakan ,tapi mengapa hal ini dianggap hanya sebagai simbol saja ? Mengapa ini dilaksanakan hanya keluar dari mulut saja, dan bukan perbuatan yang terlaksana.Iya ... itulah jika kita menganggap semua itu dengan mudah hanya dengan menggerakkan lidah kita mengungkapkan sesuatu yang kita anggap baik, baik dan baik di depan mata.Jika di antaranya di nasehati oleh guru, pada saat itu pasti timbul penyesalan sendiri pada siswa itu, tapi tunggu dulu, hal ini bukan hal yang merupakan bersifat permanen bagi kalangan siswa/i kelas ini tapi bersifat sementara. Itu artinya bahwa siswa/i kelas ini harus di nasehati dulu baru bisa sadar, begutulah hal ini terus berulang-ulang, bukan satu kali untuk seterusnya, dan jika kita menelusurinya dalam kegiatan sehari-hari, hal ini mirip dengan anggapan sebagai makhluk yang tidak mulia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dan ,mungkin kita telah mengetahuinya.
Laen dari kenyataan kan ???
Saya sebagai penulis blog ini hanya mau mengutarakan kekesalan saya saja sebagai pengamat situasi dan kondisi kelas yang saya sebut di atas, tapi bukan hanya itu saja ...., ada lagi yaitu saya mau minta commentnya berdasarkan penggambaran kelas yang saya utarakan ini, lalu setelah berpikir gimana sebenarnya gambaran kelas ini, saya mau minta kritik dan saranya demi perbaikan kelas XI-IA1 ini di hari ke depan supaya semua siswa/i kelas ini bisa sadar untuk selamanya.
Ok..... !!!!

Senin, 26 Oktober 2009

Hidup Penuh Warna


Kita sebagai manusia lahir di bumi ini tentu untuk menjalani hidup. Dalam hidup kita sebagai umat beragama, kita dituntut untuk menaati perrintah Tuhan YME dan menjauhi larangannya. Namun, di dalam semua ini, kita selalu menganggap mudah untuk menjalankannya begitu saja, sehingga banyak orang termasuk saya sebagai penulis blog ini, terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak dikehenf\daki oleh sang Pencipta. Tentu saja halini disebabkan oleh berbagai macam hal yang harus kita hadapi demi mengarungi semua. Itulah namanya hidup, dan berbagai macam hal yang harus kita hadapi tersebut merupakan kumpulan warna-warna, sehingga dapat kita katakana bahwa hidup itu penuh warna.

Suka dan duka.
Tentu kita telah mengenal apa yang dimaksud dengan kedua kata itu. Apalgi setelah kita paham dan mengetahui contoh konkret yang ada di dalam hidup kita sendiri. Pasti di antara kedua istilah itu dapat mengingatkan kita terhadap hal-hal yang dapat membuat kita tertawa, bahagia, atau bahkan, dia membuat kita menangis. Dalam kedua hal ini, hal tertawa, bahagia, atau segala sesuatu yang dapat membuat hati kita senang, itu sudah merupakan hal yang biasa yang pernah kita alami dalam hidup. Tetapi, di sisi lain, jika kita mengingat duka yang pernah kita alami dalam perjalanan hidup yang sudah kita lalui begitu saja secara mendalam, pasti akan muncul titik-titik air mata lalu kita menangis,manangis, dan menangis.
Sebenarnya apa tujuan hidup itu ?
Munghin semua itu telah diatur oleh sang Maha Pencipta. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok.

Minggu, 18 Oktober 2009

Selamatkan Danau Toba

Ingot Hamuma bona pasogit muna be....
A. Latar Belakang
Danau toba adalah suatu daerah objek wisata yang begitu indah , yang memiliki keindahan alam yang sangat indah sehingga menarik perhatian seluruh dunia karena dukungan pulau yang terletak ditengah danau tersebut, hal ini dikarenakan oleh danau yang memiliki air yang sangat jernih dan hutan disekitar yang memberi kesegaran kepada setiap pengunjungnya.
Dalam kehidupan ini, manusia selalu berusaha menjaga dan melestarikan lingkungannya dengan sebaik-baiknya yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup manusia pula. Dan pada saatnya, perkembangan manusia telah mengalami zaman revolusi yang menggantungkan kehidupan manusia pada bidang-bidang yang ada maupun tersedia di bumi, sehingga pada saat sekarang ini, contohnya masyarakat di kawasan Danau Toba secara sengaja melaksanakan keinginan tangan jahilnya masing-masing terhadap apa yang ada di sekitar Danau Toba yang,mengakibatkan hilangnya keindahan danau toba yang disertai dengan hilangnya pujian-pujian yang selama ini ada mengenai keindahan Danau Toba.


B. Perumusan Masalah
Danau Toba sebagai daerah wisata yang kita kenal selama ini telah memiliki banyak masalah yang mengakibatkan hilangnya nilai wisata dan mengancam keadaan di kawasan sekitar Danau Toba. Masalah-masalah yang akan dibahas selanjutnya dapat diidentifikasi sebagai berikut.
• Bagaimana kepedulian masyarakat terhadap danau toba ?
• Mengapa hal ini baru saja disadari?
• Apa saja pengaruh gundulnys hutsn di sekitar Danau Toba?
• Siapa saja yang berhak ikut dalam pelestarian Danau Toba?
• Dengan melihat krisis yang terjadi di Danau Toba saat ini,apa saja peranan nyata yang dapat dilakukan?

C. Tujuan Penulisan
Danau toba adalah sebuah objek wisata yang dapat menunjukan Indonesia memiliki potensi yang sangat indah kepada seluruh dunia .Maka dengan adanya kegiatan ini saya salah seorang dari sekian banyak siswa ingin mengajak seluruh masyarakat yang berdomisili disekitar danau toba,pemerintah,pengusaha,seluruh wisatawan,dan yang terakhir khususnya para pemuda dan kalangan remaja untuk bekerja sama dalam pelestarian danau toba ,karena dengan lestarinya danau tersebut kita semua dapat merasakan keindahan daerah wisata kita yaitu Danau Toba.

D. Manfaat Penulisan
Setelah mengetahui tujuan penulisan karya tulis ini,maka saya dapat mengambil manfaat penulisan karya tulis ini yaitu dengan terselenggaranya kegiatan ini maka kelestarian danau toba khususnya pada huta di sekitar Danau Toba yang merupakan salah satu bagian organ Danau Toba akan membuat lestarinya kembali Danau Toba, dan secara tidak sengaja,maka keharuman nama Danau Toba akan segera kembali ,dan keindahan Danau Toba akan dipuja oleh setiap bangsa yang melihatnya













Bab II
Pembahasan
A. Metode yang Harus Ditempuh
Kita mengetahui,bahwa upaya penyelamatan Danau Toba tidak akan berhasil selama penduduk setempat hanya sebagai penonton atau pelengkap penderita selama ini.
Melihat hal tersebut,dalam upaya penyelamatan Danau Toba dibutuhkan gerakan secara global yang disertai keseriusan dan harus segera diantisipasi.Gerakan secara global ini merupakan point yang sangat penting karena kita tahu dalam isi sila ke-3 Pancasila yaitu Persatuan Indonesia,yaitu semua hal-hal dapat dituntaskan dengan adanya persatuan maupun gandengan semua elemen terkait yang mempunyai visi dan misi yang sama demi menyelamatkan Danau Toba.
Setelah gandengan semua elemen tersebut terpenuhi,harus ada keseriusan karena kita tahu bahwa jika ada gerakan tersebut dilakukan dengan tidak adanya keseriusan,maka upaya tersebut tidak akan berhasil secara tuntas yang mengakibatkan berkurang bahkan hilangnya daerah tangkapan air sehingga semakin lama akan terjadi penurunan kedalalaman Danau Toba,dan jika hal ini dibiarkan terus-menerus berlanjut,maka Danau Toba akan menjadi kering dan masyarakat sekitarnya akan kehilangan semua yang dulunya tersedia di Danau Toba.

B. Strategi yang Harus Ditempuh
Dengan melihat keadaan sekarang ini,kita mengetahui bahwa hutan di sekitar Danau Toba sudah semakin gundul.Hal ini disebabkan karena pohon-pohon ditebangi manusia secara sengaja demi memenuhi kebutuhan kebutuhan ekonominya masing-masing dengan menjual maupun mengolah kayu tersebut dan memakai lahan tersebut sebagai lahan pertanian.Hal ini tentu saja akan mengakibatkan terjadinya longsor.

Setelah menimbang hal ini,maka kita patut responsive terhadap krisis yang terjadi di Danau Toba tersebut.Hal ini dapat diselesaikan dengan secara berkelanjutan (sustainable), yaitu sebagai berikut.
• Mengoptimalkan gerakan reboisasi terhadap huitan di sekitar Danau Toba.
• Mengadakan gerakan tanam tanaman keras pada lahan-lahan masyarakat sekitar pinggiran Danau Toba.Hal ini dilakukan dengan adanya anjuran Pemerintah Daerah setempat bagi masyarakat,dan melarang keras menanam tanaman palawija.
Dengan adanya pengoptimalan kegiatan ini,maka daerah tangkapan air bagi Danau Toba akan semakin luas,dan jika gerakan ini dilaksanakan dengan serius dan berkelanjutan,maka Danau Toba akan menjadi sebuah taman yang besar yang telah dioptimalkan dari partisipasi masyarakat,sehingga keharuman nama Danau Toba akan muncul kembali di Indonesia,bahkan sampai ke tengah-tengah dunia.Namun hal ini bukanlah hal utama yang paling penting sebagai tujuan penyelamatan ini,tapi penyelamatan ini dilaksanakan demi lestarinya lingkungan hidup kita sampai semua generasi-generasi berikutnya juga menikmati betapa indahnya ciptaan Tuhan.
Partisipasi masyarakat dengan menanam tanaman keras tersebut tentu tidak akan merugikan masyarakat itu sendiri.Mereka dapat menjual maupun mangolah kayu dari hasil tanaman keras tersebut,namun hal ini harus didahului dengan adanya pemahaman masyarakat tentang system tebang pilih kayu,dan secara berkelanjutan mengganti pohon-pohon yang telah ditebang.Hal ini memang sanga sangat rumit untuk diterapkan dalam kehidupan,namun kita tahu bahwa dalam mencapai sesuatu itu harus ada usaha yang dilandasi oleh keimanan seperti ada kata bijak yang mengatakan bahwa manusia berusaha,Tuhan yang menentukan,artinya segala hal yang akan kita laksanakan harus dilandasi oleh do`a.
Walaupun butuh waktu yang lama untuk mengambil hasil dari tanaman keras tersebut,warga juga dapat memiliki usaha sambilan di wilayah tersebut,seperti beternak,berdagang dan lainnya yang dianggap tidak merugikan lingkungan sekitarnya.




Bab III
Penutup
A. Kesimpulan
Danau Toba ,merupaka anugerah Tuhan Yang Maha Esa berikan kepada manusia untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya,dad sudah seharusnya kita rawat bersama-sama agar dapat menghasilkan sesuatu yang baik.Bila yang terjadi adalah sebaliknya,maka semua itu bias berubah menjadi bencana,sama seperti perbuatan manusia sekarang terhadap di sekitar kawasan Danau Toba.Jadi manusia rugi karena perbuatan yang telah dilakukannya sendiri.Sehingga daripada itu,Danau Toba harus dilestarikan,agar ke depannya akan menjadi lebih baik.Dan jika tidak,Danau Toba akan menjadi kenangan bagi kita semua.

B. Saran
Setelah melihat semua kerusakan yang diakibatkan oleh semakin gundulnya hutan di sekitar Danau Toba,maka saran yang dapat saya berikan tetntu mengarah pada golongan tertentu.Dan pada karya tulis ini,saya membagi tujuan saran saya menjadi 2 tujuan,yaitu pada Pemerintah Daerah setempat,dan masyarakat setempat.
Adapun saran yang dapat saya berikan yaitu sebagai berikut.
1.Pemerintah Daerah setempat
• Selalu aktif memantau kegiatan/perilaku masyarakat terhadap lingkungan.
• Membenahi semua akibat kerusakan hutan.
• Membuat anjuran kepada masyarakat yang memiliki lahan di pinggir Danau Toba supaya menanam tanaman keras,dan mengurangi tanaman palawija demi berlangsungnya penyebarluasan daerah tangkapan air bagi Danau Toba.
• Memberi peringatan,dan jika sudah keterlaluan memberi hukuman bagi warga yang merusak lingkungan serta anjuran tersebut.
• Mensosialisasikan kepada masyarakat tentang system tabang plih pohon dan segera mengganti pohon yang telah ditebang(jika saran pada point ke-3 tersebut telah terlaksana)
• Menyebarluaskan kepada masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup.

2. Masyarakat sekitar
• Menjaga dan menghormati alam.
• Menerapkan pola hidup yang tidak merusak alam.
• Selalu turut serta dalam kegiatan penanggulangan kerusakan lingkungan.
• Mematuhi Perundang-undangan yang telah ada.

Selasa, 11 Agustus 2009

Chordata by Rhey Sinambela

2. CHORDATA

A. Pendahuluan

Chordata berasal dari bahasa Yunani yaitu Chorde yang berarti dawai/senar atau tali. Sesuai dengan namanya, anggota kelompok chordate memilkiki notochord (korsa dorsalis) memanjang sebgai kerangka sumbu tubuh.

1. Ciri-ciri umum Chordata

Tubuh simetris bilateral,memiliki susunan saraf pusat yang berbentuk pembuluh.Memiliki korsa dorsalis (kerangka sumbu tubuh),beberapa celah faring dan adanya segmentasi pada bagian otot dan saraf .Beberapa hewan ada yang hidup parasit pada sesame chordata

a. Struktur tubuh

Struktur tubuh chordata mengalami perkembangan dari yang sederhana pada chor­data tingkat rendah Akraniata (tidak bertengkorak) hingga hewan-hewan chordata tingkat tinggi Kraniata (hewan bertengkorak dan mempunyai otak), mempunyai chorda dorsalis dari yang berupa notokord pada ujung anterior saja hingga hewan-hewan yang notokordnya berkembang sangat bagus men­jadi kolumna vertebralis (ruas-ruas tulang belakang).

b. Sistem organ

Filum Chordata memiliki sistem organ yang sangat kompleks. Ada yang belum mempunyai jantung misalnya pada Amphioxus. Ada yang jantungnya beruang 2, 3 atau 4. Terdapat selom yang berkembang baik. Mesoderm sebagai dinding selom yang berasal dari entoderm primer, seperti pada Echinodermata,sehingga Chordata bersama Echino-dermata ada yang menggolongkan sebagai Enterocelomata. Terdapat sistem rangka, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem saraf, sirkulasi, ekskresi dan sistem reproduksi.

2. Klasifikasi

Untuk membantu mempelajari klasifikasi chordata, lihatlah diagram 9.1.

Filum Chordata dibagi menjadi 4 sub filum yaitu Hemichordata, Urochordata, dan Cephalochordata; digolongkan menjadi kelompok chordata tidak bertengkorak disebut Ak­raniata (Prokordata). Subfilum yang keempat adalah kelompok chordata: bertengkorak, berotak, dan bertulang belakang disebut Kra­niata(Vertebrata).

Hewan-hewan Akraniata (Prokordata) akan dibahas secara singkat sebagai berikut :

a. Subfilum Hemichordata

Bentuk seperti cacing,hidup_di laut. Pembagian tubuhnya probosis, leher (kolar) dan badan. Notokord pendek; hanya pada ujung anterior. Mempunyai celah insang.. Sistem syaraf bersatu menjadi saraf dorsal dan saraf ventral. Reproduksi seksual, kelamin terpisah, fertilisasi eksternal.Contoh : Saccoglossus sp. (cacing laut).

b. Subfilum Urochordata (Tunicata)

Tubuhpendek tebal, melekat pada benda lain. Hidup di laut,mandiri atau parasit. Notokord lenyap pada masa perkembangannya.Sistem sirkulasi secara periodik dapat memutarbalikkan arah aliran darah. Reproduksi seksual dengan kelamin hermafrodit,larva mengalami metamorfosis seperti berudu, Reproduksi aseksual dengan budding (tunas),

c. Subfilum Cephalochordata

Bentuk tubuh seperti ikan tanpa sirip, pipih memanjang (agak transparan). No­tokord, saraf dorsal, dan celah farings berkem­bang baik. Sistem sirkulasi tanpa jantung. Ali­ran darah di bagian ventral mengalir ke depan, sedang di sisi dorsal mengalir ke bela­kang. Memiliki alat peraba pada mulutnya yang disebut sirus. Pada ujung anterior terdapat bintik mata dan pembau. Reproduksi seksual,kelamin terpisah dan fertilisasi eksternal.

Contoh: Amphioxus sp.

'

Peranan Akrania bagi manusia:

  1. Beberapa jenis merupakan sumber protein hewani, misalnya Amphioxus ditangkap orang untuk dimakan.
  2. Di bidang sains sebagai filogeni antara Avertebrata, merupakan urut-urutan perkembangan sifat khas Chordata.
  3. Banyak digunakan untuk bahan praktikum.
  4. Di lain pihak Cyclostomata merupakan hama ikan di tengah lautan karena hidup parasit pada ikan, jadi merupakan kompetisi yang merugikan bagi manusia.
  5. Sebagai komponen biotik di laut hewan-hewan chordata tingkat rendah (Akraniata), berperan positif dalam ekosistem aquatik dalam siklus energi, rantai makanan maupun jaring-jaring makanan.



Gambar Amphioxus, dilihat dari

1. Mulut

2. Korda dorsalis

3. Pembuluh saraf punggung

4. Celah-celah insang

5. Otot daging

6. Anus

7. Sirus

d. Subfilum Vertebrata

Sesuai dengan namanya kelompok hewan Vertebrata memiliki kolumna vertebralis (ruas-ruas tulang belakang). Jadi korda dorsalis (kerangka sumbu primer = notokord) hanya terdapat pada masa tingkatan embrio. Verte­brata disebut juga Kraniata karena semua hewan vertebrata sudah memiliki otak, yang terlindung dalam kranium (tulang tengkorak).

1) Ciri-ciri Umum Vertebrata

Tubuh simetris bilateral, dengan pembagi-an tubuh terdiri atas: kepala, leher, badan, dan ekor; meskipun ada yang tidak berleher dan tidak berekor. Memiliki susunan ruas tulang belakang (kolumna vertebralis) dan memiliki otak di dalam kranium (tulang tengkorak).

Tubuh simetris bilateral dengan sistem alat tubuh yang beruas-ruas. Mempunyai en-doskeleton (rangka dalam) dengan ruas tulang belakang sebagai kerangka penguat tubuh. Pada kerangka melekat otot-otot kerangka. Kulit berlapis-lapis, terdiri atas epidermis (bagian kulit yang paling luar) dan dermis (kulit bagian dalam). Otak terletak di kepala terlindung tulang-tulang tengkorak. Mempu­nyai selom (rongga badan) yang dindingnya dilapisi selaput peritonium. Semua anggota Vertebrata mempunyai rahang dua pasang kecuali kelas Agnata (contoh: Cyclostomata). Sistem organ yang mendukung kehidu-pan vertebrata dapat dilihat pada Tabel 9.25.

2) Klasifikasi Vertebrata

Untuk memahami klasifikasi vertebrata, lihatlah bagan klasifikasi chordata lagi pada halaman sebelumnya. a. Pisces

Pisces (ikan) hidup di air, disebut poiki-loterm karena suhu tubuh tidak tetap (ber-darah dingin), terpengaruh suhu di sekeliling-nya. Tubuh terbagi atas kepala dan badan atau kepala, badan, dan ekor. Kulit (cutis) terdiri atas dermis dan epidermis, pada umumnya bersisik. Ada 4 macam sisik yaitu sikloid, stenoid, plakoid dan ganoid. Lihat Gambar 9.66! Di sepanjang sisi tubuh terdapat titik perasa (disebut gurat sisi), unruk mengetahui arus dan tekanan dalam air. Endoskeleton (rangka dalam) terdiri atas tulang rawan atau tulang sejati. Mempunyai kolumna vertebra­lis (ruas tulang belakang). Mempunyai sepa-sang rahang, kecuali Agnata (ikan tak bera-hang).

Tabel. Sistem organ pada Vertebrata

Sistem Organ

Keterartgan

Sistem gerak

Mempunyai alat gerak aktif berupa otot dan memiliki anggota gerak ber-pasangan.

Peredaran darah

Jantung tumbuh baik, dengan ventrikel (ruang bilik) dan atrium (serambi), ada yang beruang dua, tiga atau empat.

Pencernaan makanan

Sistem pencernaan sempurna, memanjang dari mulut hingga anus di bawah tulang belakang. Pada umumnya mempunyai gigi, lidah dan mempunyai dua pasang rahang kecuali pada Agnata (Cyclostomata). Terdapat hati dan pankreas.

Pernapasan

Insang unruk vertebrata yang hidup di air dan paru-paru bagi vertebrata yang hidup di darat.

Ekskresi

Dengan sepasang ginjal. Ada yang mempunyai kandung kemih.

Alat indera dan sistem saraf

Mempunyai sistem syaraf pusat berupa otak dan sumsum tulang belakang. Pada umumnya mempunyai sepasang mata dan sepasang telinga dan mem punyai kelenjar hormon.

Reproduksi

Alat reproduksi berpasangan, kecuali pada Aves betina hanya ovarium kiri yang berfungsi dengan baik. Kelamin terpisah atau hermafrodit di stadium larva dan setelah dewasa sebagai hewan dicious. Fertilisasi eksternal atau internal. Ada yang ovipar, vivipar atau ovovivipar.


Tabel. Sistem organ pada ikan

Sstem organ

Keterangan

Sistem gerak

Alat gerak aktif berupa otot bersegmen yang disebut miotom. Mempunyai sirip untuk berenang, berpasangan atau tunggal. Sirip ekor berfungsi sebagai kemudi. Ada tiga macam bentuk sirip ekor yaitu homocercal, heterocercal, dan diphicer-cal. Pada sirip juga terdapat rangka dari tulang rawan atau tulang keras yang disebut radialia (jari-jari sirip).

Pencernaan makanan

Pencernaan makanan sempurna; Makanan dari mulut — » farings — > esofagus — » usus — » anus. Mempunyai hati, tetapi lambung hanya merupakan perbesaran dari usus. Pada usus terdapat katup-katup spiralis. Terdapat: lidah, gigi dan ra-hang (kecuali pada Agnata).

Pernapasan

Bernapas dengan insang yang memiliki operkulum (tutup insang) dan celah in-sang (pasium interbrankiali) 4, 5, 6, 7 atau lebih. Gelembung renang berisi O2/ N2 dan CO2 berfungsi sebagai alat hidrostatis dan alat pembantu pernapasan. Pada Dipnoi (ikan paru-paru) terdapat pneumatocyst yang berfungsi sebagai paru-paru bila hidup di lumpur yang hanya mengandung sedikit air. Antara gelembung udara dengan faring dihubungkan oleh duktus pneumatikus.

Peredaran darah

Disebut peredaran darah tertutup. Jantung beruang dua, terdiri atas sebuah se-rambi dan sebuah bilik (atrium dan ventrikel). Darah mendapat O2 dari filamen-filamen insang.

Ekskresi

Memiliki pronefron atau mesonefron atau ginjal. Pada Agnata tidak ada sistem porta ginjal.

Alat indera dan sistem syaraf

Mempunyai lekuk hidung dengan saraf pembau, telinga dalam untuk keseim-bangan dan mata. Terdapat endokrin penghasil hormon. Otak terdiri atas lima bagian dengan 10 saraf kranial.

Reproduksi

Kelamin terpisah atau hermafrodit. Fertilisasi eksternal atau internal. Hewan betina memiliki sepasang ovarium dan sepasang oviduk, ovipar, atau vivipar.

Sistem organ yang mendukung kehidupan Pisces (ikan) .

Klasifikasi

Pisces sebagai superkelas meliputi:

1 Agnata atau Cyclostomata (ikan tidak berahang)

Sesuai dengan namanya, Agnata tidak mempunyai rahang. Mulut seperti lingkaran, gigi dari zat tanduk, dan mempunyai lidah. Kulit tidak bersisik, rangka dari tulang rawan, jantung beruang dua. Hidup di laut, bernapas dengan insang, parasit pada ikan besar dapat memakan daging inangnya hingga tinggal kulit dan tulangnya. Saluran pencernaan ma­kanan berupa pipa lurus, mempunyai anus, tanpa kloaka. Di Indonesia tidak terdapat Agnata; banyak terdapat di Eropa dan Amerika Utara. Contohnya ikan hag (ikan hantu) dan lamprey (belut laut): hanya mempunyai 1 lubang hidung (nostril).

(a) (b) (c) (d)

Gambar. Macam-macam bentuk sisik.(a) sisik sikloid ;(b) sisik stenoid ; (c) sisik plakoid ;(d) sisik ganoid


2. Chondrichthyes (ikan bertulang rawan)

Sesuai dengan namanya, endoskeleton terbuat dari tulang rawan. Mulut dan lubang hidung terletak ventral; mempunyai lidah dan rahang. Kulit bersisik plakoid dan berlendir. Hidup di laut, bernapas dengan insang. Mem­punyai 2 pasang sirip dan sirip ekor yang pada umumnya heterocercal. Terdapat kloaka, tidak ada pnumatosista.

Contohnya: ikan pari, hiu, dan Narcina sp. yang dapat mengeluarkan lecutan listrik untuk penerangan di laut yang gelap.

3) Osteichthyes (ikan bertulang sejati)

Sesuai dengan namanya, endoskeleton terbuat dari tulang keras. Mulut berahang, bergigi dan berlidah. Kulit berlendir, bersisik ganoid, sikloid, atau stenoid, atau tidak ber­sisik. Jantung beruang dua, darah berwarna pucat mengandung eritrosit yang berinti dan leukosit. Ikan ini juga mempunyai sistem limfe. Terdapat juga sistem portal renalis. Mempunyai hati yang berkantong empedu. Lambung dipisahkan dari usus oleh sebuah katup, mempunyai kloaka tetapi tidak jelas adanya pankreas. Terdapat gelembung renang. Mempunyai gurat sisi, indera mata, telinga dalam dengan 3 saluran semisirkuler dan memiliki otolit untuk keseimbangan. Hidup di laut, rawa-rawa, atau air tawar. Bernapas dengan insang yang bertutup insang (operkulum).

Contohnya lele (Ameiurus melas), belut (Anguilla sp.), kuda laut (Hippocampus sp.), salmon (Salmo trutta salmo), sarden (Sardinops coeruh), tuna (Scomber scombrus), ikan terbang (Cj/pse-lurus sp.), ikan mas (Carassius auratus), ikan perak (Cymatogaster aggregates) ikan vivipai, fertilisasi internal.

Peranan Pisces bagi Kehidupan Manusia

Beberapa peranan pisces yang menguntungkan, antara lain sebagai berikut:

1) Sumber protein hewani, vitamin A, asal lemak tak jenuh.

2) Lemak ikan adalah sumber asam lemak yang tidak jenuh, yang sangat bermanfaat bagi manusia.

3) Di California, Philipina dan Srilanka sirip ikan cucut dan ikan pari dikeringkan lain direbus, dibuat gelatin untuk penyedap masakan sup.

4) Bahan kerajinan (sepatu, tas, sampul buku, pelapis kotak) atau bahan amplas dari kulit ikan cucut yang telah disamak; maka banyak berdiri pabrik penyamak kulit ikan.

5) Pabrik-pabrik pengawetan ikan (ikan asin, ikan dalam kaleng, pindang, asinan telui ikan, dan lain-lain).

6) Tulang ikan untuk bahan perekat/lem.

7) Sisa-sisa ikan dibuat tepung untuk pupuk atau makanan ternak.

8) Ikan sebagai bahan praktikum atau pene-litian demi perkembangan dan kemajuan di bidang sains (ilmu pengetahuan).

9) Usaha rekreasi tempat-tempat pemancingan dan pemijahan ikan hias.


10) Sebagai sumber mata pencaharian dengan ternak ikan di kolam-kolam, tambak, pemijahan ikan hias di aquarium, dan lain

Gambar Lamprey

Gambar. Salmo trutta salmo

Beberapa peranan Pisces yang merugikan antara lain beberapa jenis ikan dapat menyerang dan melukai manusia (ikan pari dengan racun pada ekornya; ikan cucut sering merusakkan jaring para nelayan). Beberapa ikan besar juga memakan ikan atau Crustacea sehingga merupakan kompetisi yang merugikan bagi manusia.

b. Amphibia

Amphibia tergolong hewan poikiloterm (berdarah dingin). Tubuh terbagi atas kepala dan badan atau kepala, badan, dan ekor. Kulitnya lembap berlendir, terdiri dari dermis dan epidermis. Warna kulit bermacam-macam karena adanya pigmen di dalam dermis (biru, hijau, hitam, cokelat, merah, dan kuning) te-pat di bawah epidermis. Mempunyai 2 lubang hidung yang berhubungan dengan rongga mulut. Penghubung rongga hidung dan rongga mulut disebut koane, terletak di kanan kiri tulang vormer yang berbentuk V. Sedang antara rongga mulut dengan rongga telinga disebut Eustachii. Endoskeleton mempunyai kolumna vertebralis (ruas tulang belakang). Terdapat sepasang rahang, gigi, lidah, dan langit-langit.

Sistem organ yang mendukung kehidupan Amphibia dapat dilihat pada Tabel 9.27.

Klasifikasi

Amphibia meliputi 3 ordo, yaitu:

1) Urodela (Caudata)

Pembagian tubuh terdiri atas kepala, badan, ekor. Kaki sama besar. Bentuk larva sama dengan dewasa. Larva bernapas dengan insang, dewasa dengan paru-paru. Pada be­berapa jenis hewan dewasa tetap mempunyai insang, misalnya Proteus, Necturus, dan Siren.

Contoh:

  • Axolot (hidup di Mexico)
  • Ranodon sp. (hidup di Asia)
  • Megalobatrachus japonicus (salamander raksasa) di China dan Jepang, panjang tu­buh hingga 1,5 m.

2) Apoda (Gymnophiona)

Bentuk serupa cacing, tidak berkaki, ekor pendek. Kulit lunak mengeluarkan cairan yang merangsang. Sisik terpendam dalam kulit.Mempunyai tentakel di antara mata dan hidungnya. Mata tidak berkelopak. Hewan jantan memiliki alat kopulasi yang dapat ditonjolkan keluar. Contohnya Ichthyosis glutinosus (salamander cacing) di Asia. Hidup menggali lubang atau di tempat-tempat gelap yang basah.

3) Anura (Salientia): Amphibia tidak berekor

Pembagian tubuh terdiri atas kepala dan
badan, tak berekor, tak berleher. Kaki depan
pendek, kaki belakang besar dan kuat untuk
melompat.

Mempunyai selaput renang di antara jari.Kulit berperan sebagai alat pernapasan. Fertilisasi eksternal. Larva hidup di air disebut berudu; bernapas dengan insang dan kulit;mengalami metamorfosis menjadi dewasa dan bernapas dengan paru-paru dan kulit yang selalu basah dan berlendir. Contonya Rana pipiens (katak hijau) dan Bufo terrestris (katak bangkong)

Peranan Amphibia bagi Kehidupan Manu­sia

1) Dimanfaatkan di bidang kedokteran un­tuk diambil racunnya sebagai penguat denyut jantung.

Contoh: racun Bufotalin (C119H117O25) dan racun Bufotenin (C6H9NO) dari katak Bufo marmus.

2) Keperluan praktikum zoology para siswa dan mahasiswa.

Gambar Katak hijau

1. Mata

2. Selaput pendengar

3. Lubang hidung

4. Tungkai depan

5. Punggung

6. Tungkai belakang

7. Selaput renang



3) jenis Urodela (Megalobatrachus maximus) disukai orang Jepang, jenis Rana sp. disukai orang Cina dan Jepang untuk di makan.

4) di bidang pertanian dan peternakan Ampihibia berperan sebagai predator alami serangga.

c. Reptilia

Tubuh terdiri atas kepala,leher,badan dan ekor.Kepala relative kecil. Ruas tulang ekor tidak mengalami penulangan, hingga dapat diputuskan untuk menipu musuh (disebut autotomi) dan dapat tumbuh kembali (regenerasi).

Klasifikasi

1) Rhynchocephalia

Kebanyakan sudah menjadi fosil, merupakan reptilian primitive dan reptilian tertua yang dikenal hingga sekarangt. Contohnya Sphenedon punctatum, yang dijiluki fosil hidup.

2) Chelonia

Tubuh pendek dan lebar dilindungi kara-paks dan plastron. Tidak bergigi, lidah tak dapat dijulurkan. Contoh: penyu Chelonia mydas (penyu) hidup di laut dan kura-kura raksasa (Testuda gigantea).

3) Crocodilia (Loricata)

Berkulit tebal, lidah pipih tak dapat diju­lurkan. Di pangkal lidah terdapat lipatan trans­versal sebagai penutup faring sewaktu mem-buka mulut di air. Tidak mempunyai kandung kemih. Contohnya buaya Indonesia (Crocodylus porosus), buaya Amerika (Alligator mississippiensis), buaya India (Gravialis gangeticus).

4) Squamata (Reptilia bersisik) Digolongkan menjadi 2, yaitu:

- Lacertilia (Sauria)

Gigi melekat pada rahang, lidah dapat dijulurkan, kelopak mata dapat dipejam-kan.

Contoh:

Lacerta agilis (kadal atau bengkarung)

Mabouya multifasciata (kadal Indone­sia)

Calotus jubatus (lunduk atau bun-glon),

Hemidactylus frenatus (cicak), mem-bela diri dengan autotomi.

Varanus komodoensis (komodo),

Gambar . Anggota ordo crocodilla (buaya) : Crocodilus polustois

- Ophidia (Serpentes)

Pada umumnya tidak berkaki, lidah bei-cabang dua, dapat dijulurkan dengan keadaan mulut tertutup. Gigi melengkung ke dalam sebagai alat pencengkeram mangsa. Kelenjar parotis ada yang meng-hasilkan racun dan keluar lewat lubang taring. Untuk membuka mulut lebar-lebar supaya dapat menelan mangsa secara utuh, terdapat tulang kuadrat bebas dari tulang kepala dan mandibula; tulang lan-git-langit bergerak bebas dan adanya per-tautan ujung dua mandibula (rahang bawah) oleh ligamentum yang elastis. Penciuman tajam karena mempunyai or­gan Jacobson, yang dapat terangsang se­cara kimia, di rongga hidungnya. Hanya memiliki satu paru-paru di kiri. Kopulasi dengan sepasang hemipenis.

Contoh:

Ular tak berbisa antara lain: Natrix sp. (ular air=), Phyton reticulatus (ular sanca = ular sawah)

Ular berbisa antara lain:

- Naja tripudians (ular kobra)

- Boiga sp. (ular pohon)

- Bungarus candidus (ular belang)

- Crotalus horridus (ular derik), jika akan menyerang, ekor bergoyang mengeluarkan bunyi gemericing.

Peranan Reptilia bagi Manusia

1) Sebagai predator alami contoh: ular pe-makan tikus, dan bengkarung pemakan serangga.

2) Sebagai bahan baku kerajinan (sepatu, tas, dompet, ikat pinggang, sisir) dari kulit buaya, kulit ular, kulit biawak atau kara-paks/plastron kura-kura atau penyu.

3) Sebagai bahan pangan, contoh: daging ular, daging kura-kura, telur penyu, dan lain-lain.

4) Minyak ular atau racun ular dimanfaatkan manusia untuk berbagai bahan obat-obatan.

Beberapa reptilia juga merugikan, antara lain ular sering mencuri telur atau hewan ternak kita. Ular berbisa dapat membunuh manusia.

D. Aves (Burung)

Tubuh Aves terdiri atas kepala, leher, tedan, dan ekor. Badan dilindungi oleh kulit yang berbulu. Menurut letaknya terdapat 5 macam bulu, yaitu Remiges (pada sayap), Re­prises (pada ekor), Tertrises (penutup badan), Ma (pada jari-jari sayap), dan Pamterum (di sekitar bahu). Menurut bentuk ada 3, yaitu plumae, plumulae (lunak), dan filoplumae (seperti rambut bertangkai panjang). Lihat

Gambar 9.71!

Pada sayap dan ekor, bulu gugur dalam pasangan-pasangan yang simetris. Bulu yang hanya tumbuh pada tempat tertentu dan teratur disebut apteria.


Gambar. Bentuk-bentuk paruh burung

Paruh burung tidak bergigi. Paruh diben-tuk oleh maxila (rahang atas) dan mandibula (rahang bawah). Pada pangkal paruh terda­pat tonjolan ke atas dari kulit lunak, disebut sora. Leher (diselubungi bulu-bulu jenis plu­mulae) mempunyai kelenjar minyak (glandula uropygialis). Tulang burung relatif ringan karena berongga. Tulang dada mempunyai tem­pat melekatnya otot terbang. Gelang bahu ter-bentuk oleh sepasang tulang korakoid, sepasang skapula, dan sepasang klavikula. Ketiga tulang tersebut membentuk lubang (foramen trioseum) tempat otot dada kecil (musculus pectoralis minor) yang berfungsi mengangkat sayap. Tu­lang rusuk melekat pada tulang dada, di ba-gian belakang melekat pada tulang leher atau tulang punggung. Vertebrae terdiri atas tulang leher, tulang punggung, dan tulang ekor.

Aves memiliki kantong suara (siring) yang terdapat pada percabangan trakea, digerakkan oleh otot siringialis (penghubung siring) den­gan dinding trakhea sebelah dalam dan otot sterno trakhealis (penghubung trachea dengan tulang dada),

Aves termasuk homoioterm (hewan berdarah panas). Suhu tubuh tetap, ± 40,5° hingga 42°C. Mampu melindungi telur dan anak-anaknya. Habitat di daratan sampai keting-gian ± 6000 mAda yang menetap, ada pula yang bermigrasi.

Sistem organ

Keterangan

Sistem gerak

Sepasang anggota gerak depan berupa sayap, dapat untuk terbang dengan ekor sebagai kemudi. Anggota gerak belakang berupa kaki untuk berjalan, hinggap atau bertengger. Alat gerak aktif, memiliki otot-otot gerak yang penting yaitu otot dada besar (muskulus pektoralis mayor) dan otot dada kecil (muskulus pektoralis minor) berguna untuk gerak terbang. Otot paha untuk berlari, ber­jalan, hinggap dan bertengger. Memiliki otot penggerak bulu ekor dan sayap, penggerak paruh dan penggerak mata.

Pencernaan makanan

Sistem pencernaan makanan lengkap, dari mulut — > kerongkongan (usopha gus) — » krop atau tembolok (pelebaran esofagus untuk menyimpan makanan sementara) — » lambung kelenjar (proventrikulus) -* lambung otot atau empedal (ventrikulus) berdinding tebal — > usus halus (intestinum tenue terdiri atas duode­num, yeyenum, dan ileum yang digantung oleh mesenterium) -» usus besar (intestinum crassum) terdapat sepasang usus buntu di antara usus halus dan usus besar -» bermuara pada kloaka (di bawah ekor). Mempunyai kelenjar ludah, kelenjar pankreas dan hati yang menghasilkan empedu.

Pernapasan

Bernapas dengan paru-paru yang berhubungan dengan kantong-kantong hawa (sakus pnumatikus) yang berhubungan pula dengan tulang-tulang pipa. Paru-paru dengan kantong hawa dihubungkan oleh bronkus rekurens. Pnumatikus juga berfungsi mencegah kedinginan, memperkeras suara dan mengatur masa jenis badan (pada burung berenang). Pada waktu terbang, inspirasi dan ekspirasi tidak dilakukan oleh paru-paru, melainka noleh sakus pnumatikus. Pengambilan 02 berlangsung pada waktu inspirasi maupun waktu ekspirasi. Semakin tinggi burung terbang, makin cepat burung menggerak-gerakkan sayapnya untuk memperoleh O2.

Peredaran darah

Peredaran darah tertutup dan berganda (dua kali lewat jantung dalam satu kali beredar ke seluruh tubuh). Jantung dibungkus oleh selaput perikardium, beruang 4, 2 atrium (serambi) dan 2 ventrikel (bilik), dengan sekat bilik sempurna. Lengkung aorta hanya satu di sebelah kanan. Sistem portal juga hanya satu yaitu sistem porta hepatika.

Ekskresi

Dengan ginjal ripe metanefros. Tidak memiliki kandung kemih. Vena porta ginjal tidak terbagi-bagi menjadi kapiler-kapiler ginjal.

Alat indera dan sistem syaraf

Lidah pada umumnya tak dapat dijulurkan. Mata mempunyai kelopak mata, membran nikritans (selaput tidur) dan kelenjar air mata. Tak ada daun telinga; terdapat membran timpani (selaput pendengar) di bagian dalam lubang telinga luar. Lubang hidung satu pasang dengan indera pencium yang kurang baik. Untuk pemilihan makanan dengan organ perasa yang berada di sisi lidah dan langit-langit. Sistem syaraf pusat berupa otak dengan 12 pasang syaraf kranial. Terdapat kelenjar tiroid, adrenal, dan endokrin piruitari (hipofisis) yang terletak di dasar otak.

Reproduksi

Kelamin terpisah, fertilisasi internal. Hewan jantan belum ada penis, pada hewan betina hanya mempunyai satu ovarium (kiri). Bersifat ovipar, telur bercangkang keras; dierami dan menetas dengan bantuan induk atau pecah sendiri dari dalam.

Klasifikasi

Aves (burung) meliputi banyak sekali ordo, beberapa ordo telah punah, antara lain:

1) Aepyornithiformes: burung gajah, tinggi ±3 m, telur 21-30 cm (terdapat di Malagasi). 2) Dipornithiformes: tinggi 13m, telur 14-18 cm (di Selandia Baru).

3) Hesperornis dan Ichthyornis (burung bergigi, di Amerika Serikat).

4) Archaeopteryx (bergigi, tidak mempunyai pigostil; fosilnya terdapat di Jerman).

5) Diatrymiformes (tak dapat terbang, paruh besar, terdapat di Amerika Serikat).

Beberapa ordo yang masih ada, antara lain :

1) Rosares (Galliformes):

Kaki untuk mengais dan berlari. Paruh

pendek.

Contoh:

Callus domestica (ayam buras) Pavo cristatus (merak) Meleagris gallopavo (kalkun) Megacephalon maleo (Maleo di Su­lawesi Utara).

2) Ratites (Palaeognathae): meliputi be­berapa ordo burung yang tak dapat ter­bang (burung berjalan).

- Struthioniformes:

Struthio camelus (burung unta) dari Afrika.

- Casuariiformes:

Casuarius galeatus (burung kasuari). Terdapat di Pulau Seram, Papua, dan Australia.

- Apterygiformes:

Apteryx australis (kiwi) Hidup di Selandia Baru.

- Rheiformes:

Rhea americana (burung Rea) Terdapat di Amerika.

3) Natatores (Anseriformes): Burung ber-enang, kaki pendek, terdapat membran kulit di antara jari-jari (selaput renang pada kaki). Ekor pendek; ketika kecil ber-bulu halus seperti kapas, paruh melebar berkristae (penyaring).

Contoh:

Anser albifrons (entok), Anas platyrhynchos (itik), Cygnus sp. (angsa), Dendrocygna ja-vanica (belibis)

4) Grallatores (Ciconiiformes)

Kepala botak; paruh, leher dan tungkai panjang; Hidup berkelompok, makanan-nya hewan air.

Contoh:

Ardeola sp. (blekok) Lihat Gambar 9.73, Phoenicopterus ruber (flamingo), Leptopti-lus javanicus (bangau Jawa)

5) Coraciiformes (burung raja)

Paruh besar, kepala besar, tungkai pendek. Pemakan ikan, udang, katak, kupu-kupu kecil, kumbang, lebah, dan lain-lain.

Contoh:

Alcedo menintina (raja udang), Buceros rhi­noceros (rangkong): bersuara keras sekali

6) Columbiformes (burung dara) Pemakan biji-bijian.

Paruh pendek dengan sora di pangkalnya. Tembolok besar, sel epitelnya mudah mengelupas dan diberikan kepada anaknya semasa masih kecil lewat paru-hnya (disebut "susu merpati").

Contoh:

Columba fasciata (merpati), Geopelia struata (perkutut), Streptopelia sinensis (tekukur)

7) Apodiformes (burung dengung)

Tubuh kecil + 5,6 cm. Paruh lembek, lidah panjang, dapat dijulurkan; membuat sarang dari saliva (sekret ludahnya).

Contoh:

Archilochus colibris (burung kolibri/hum­mingbird) di Amerika Utara, Chaetura pelagica (walet), Apus affinis (lelayang)

8) Oscines (Passeriformes) = Burung penyanyi

Pita suara berfungsi bagus. Tiga jari kaki menghadap ke depan, satu jari arah ke belakang, sesuai untuk bertengger. Telur berwarna-warni, ketika menetas anaknya masih buta. Pemakan serangga maupun berbagai biji-bijian.

Contoh:

Passer montanus (burung gereja), Serinus

canaria (burung kenari), Paradisea apoda

(cendrawasih), Sturnidae jalla (burung

jalak)

Peranan Aves bagi manusia

Aves memiliki fungsi:

1. Sumber protein hewani (daging dan te-lurnya)

2. Telur ayam dan itik untuk ramuan obat-obatan atau membuat kue.

3. Sebagai bahan perindustrian, contoh: shuttle cock untuk bulu tangkis dibuat dari bulu plumae, sedang selimut, bantal, ka-sur dibuat dari bulu plumulae (itik, ayam, angsa dan lain-lain).

4. Membuka lapangan kerja dengan beter-nak ayam, itik, angsa, merpati, parkit, dan perkutut. Terutama burung walet.

5. Burung dilatih dan dilombakan, contoh: merpati pos untuk mengantar surat, lomba suara perkutut, dan lain-lain.

6. Berbagai burung diawetkan utuh dengan mengganti isi perutnya dengan kapas se-hingga tampak seperti masih hidup (taxi-dermi).

7. Untuk dinikmati suaranya dan keindahan bulunya.

8. Sebagai predator alami. Burung-burung pemakan insekta juga berperan sebagai pengendalian hayati alamiah.

9. Di bidang sains dipergunakan untuk prak-tikum para siswa dan mahasiswa.

Gambar. Burung Blekok